RAGAM

Ketua Sinode GMIT Terpilih Harus Responsif Terhadap Persoalan Masyarakat

KUPANG, Kilastimor.com-Proses rekruitmen kepemimpinan dalam organisasi Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) kembali terjadi.
Sejumlah harapan disampaikan jelang suksesi kepemimpinan di tubuh GMIT.

GMIT

GMIT

Pdt. Besly Mesakh mengharapkan para kandidat calon ketua Sinode periode tahun 2015-2019, bisa menata struktur organisasi kedalam yang lebih baik, agar kedepan GMIT bisa lebih responsif dengan segala persoalan yang tengah dihadapi oleh masyarakat.

Harapan, Pdt. Besly Mesakh terungkap melalui diskusi tentang perspektif etis GMIT terkait proses pemilihan pimpinan Sinode yang baru, yang diselenggarakan oleh Aliansi Warga Jemaat Peduli GMIT, (AWJPG) yang terdiri dari Rumah Perempuan Kupang, Harian Umum Kursor, Harian Umum Victory News dan LSM PIAR, bertempat di In and Out Restoran Jalan Timor Raya, Selasa (14/7/2015).

Diskusi ini juga dihadiri oleh Rektor Undana Kupang, Prof. Fred Benu, Pemimpin Redaksi Harian Umum Victori News, Chris Mboeik, serta Bupati Kupang, Ayub Titu Eki dan Karen Campbell.

Pdt. Besly Mesakh mengatakan, GMIT juga harus menjadi organisasi yang lebih relevan dengan tujuan utama berdirinya GMIT, agar para pemimpin gereja GMIT juga bisa lebih tanggap, dan tidak tuli terhadap persoalan masyarakat, yang juga merupakan umat dari gereja GMIT.

Menurut Pdt. Besly Mesakh, gereja tidak akan relevan dengan visi dan misi gereja, jika hanya menjadi tempat yang diketahui oleh umat bahwa sebagai tempat keberadaannya Tuhan. Jika sampai hal itu terjadi, bisa mengakibatkan lambatnya proses revitalisasi gereja, dan kedepan gereja bisa saja hanya menjadi tempat sejarah atau dijadikan sebagai museum bagi umat beragama.

Baca Juga :   Mahasiswa Undana Gelar PPM Selama Dua Bulan di Betun

“Saat ini sudah banyak gereja seperti di belahan dunia Eropa yang dijadikan museum. Sehingga para pimpinan gereja GMIT harus bisa mengambil peristiwa-peristiwa itu sebagai pelajaran. Oleh karena itu,diharapkan para pendeta dalam proses pemilihan ketua Sinode yang baru, harus bisa memilih pemimpin yang mempunyai kapasitas dalam merubah struktur organisasi GMIT yang lebih modern. Kami tentunya ingin melibatkan gereja dalam persoalan umat sebagai anggota masyarakat, atau dengan kata lain, gereja harus bisa hadir dalam setiap persoalan masyarakat,” katanya.

Kesempatan itu, Pdt. Besly Mesakh menghimbau agar ketua Sinode yang terpilih nantinya kiranya tidak hanya berkeinginan untuk membesarkan organisasi, dengan mengabaikan visi dan misi gereja.(rif)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top