RAGAM

Lambannya Belanja Modal, Bupati Bere ‘Marah Besar’. Pimpinan SKPD Tidak Boleh Keluar Daerah

BETUN, Kilastimor.com-Penjabat Bupati Malaka, Donatus Bere ‘marah besar’ kepada seluruh pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Malaka, karena dinilai lamban melakukan realisasi belanja modal yang seharusnya sudah mulai berjalan, mulai dari proses tender dan hingga pelaksanaan.

Donatus Bere

Donatus Bere

Penjabat Bupati itu menilai, lambannya penanganan belanja modal disebabkan karena pejabat eselon tidak fokus bekerja dan lebih suka melakukan perjalanan dinas keluar daerah.

Hal itu disampaikan Penjabat Bupati Malaka, Donatus Bere saat melakukan rapat evaluasi terkait progres penanganan belanja Modal di aula Kantor Bupati Malaka, Sabtu (4/7).

“Saya sangat kecewa karena penetapan APBD Malaka sejak bulan Maret lalu, tetapi progres penanganan belanja modal diseluruh SKPD masih berjalan di tempat dan sampai detik ini belum dilakukan tender terhadap konsultan perencana, apalagi urusan fisik pekerjaan. Kalau sampai awal juli ini saja belum ada tender proyek dan pelaksanaan, maka dipastikan pelaksanaan proyek tahun ini akan mengalami keterlambatan,” ujarnya.

“Apa yang mau kita harap dari perkembangan seperti itu? Saya sangat kecewa dan saya minta seluruh SKPD yang menangani proyek belanja modal harus fokus mengurusi pekerjaannya. Saya minta kepada Asisten I dan Asisten II supaya tidak menandatangani SPPD, bagi pejabat eselon untuk bepergian keluar daerah selama bulan Juli ini. Kalau ada yang tetap ngotot pergi, saya akan perintahkan kepada PPKAD, supaya tidak membayar perjalanan dinas itu,” bebernya.

“Dalam satu bulan ini saya minta kepada semua pejabat eselon supaya tetap berada di kantor dan mengejar ketertinggalan pekerjaan yang ada. Kalau memang pejabat eselon tidak mengindahkan dan tidak berniat baik, maka keterlambatan dan ketidakberesan pekerjaan di setiap SKPD akan diumumkan pada perayaan HUT Kemerdekaan RI, supaya rakyat Malaka tahu,” tandasnya.

“Saya minta seluruh SKPD sadar dan bertanggung jawab terhadap bidang tugasnya sehingga APBD 2015, yang sudah ditetapkan dapat berjalan sesuai rencana. Itu tidak bisa ditawar dan harga mati karena didalam jabatan melekat tanggung jawab yang harus dikerjakan dan dituntaskan,” pungkasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top