RAGAM

Masyarakat Belu Diajak Galakan Kembali Budaya Gotong Royong

ATAMBUA, FMC-Penjabat Bupati Belu, Wellem Foni mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Belu dan masyarakat Makir, Lamaknen, untuk menggalakan nilai dan semangat gotong royong, yang saat ini mulai luntur dan hilang dalam kehidupan bermasyarakat.

Penjabat Bupati Belu, Wellem Foni hendak memukul gong

Penjabat Bupati Belu, Wellem Foni hendak memukul gong

“Harus jujur nilai gotong royong ini cendrung mulai luntur dan hilang. Oleh karena itu marilah kita gerakan dan tingkatkan semangat gotong royong ini,” ungkap Wilhelmus Foni dalam kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakata (BBGRM) tingkat Kabupaten Belu ke -12 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 34, Selasa (30/6) di Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Menurut Foni, bulan bhakti ini adalah kegiatan masyarakat gotong royong dalam sebulan penuh. Memang tidak mudah untuk meningkatkan semangat gotong royong itu, karena itu masyarakat harus bekerjasama dan mulai dari apa yang dimiliki, bahu membahu dan bangkit dari atas kaki sendiri.

“Jangan abaikan kerja gotong royong, oleh karena itu utamakan kemampuan yang dimiliki. Dan lewat kegiatan ini kita galakan kegiatan gotong royong untuk tingkatkan semangat yang mulai hilang,” tutur dia.

Dikatakan, kegiatan ini harus dijadikan momentum karena semangat dan nilai “serwisu hamutuk atau lorin” yang sudah mulai luntur di kalangan masyarakat. Karena itu harus kembangkan semangat ini di tingkat Desa, Lurah dan Kecamatan dan itu harus serius dengan kerja gotong royong.

Baca Juga :   Ini Daftar Juara Lomba Lokakarya yang Digelar GSC Kecamatan Malaka Tengah

“Kegiatan hari ini mencubit kita untuk membangun kampung kita menuju kesejahteraan. Karena itu gotong royong harus diandalkan dalam landasan pijak dalam menata otonomi daerah di wilayah perbatasan,” tandas dia.

Diingatkan, puncak kegiatan hari ini merupakan tautan antara pemerintah dan masyarakat untuk mengingat kekasan bangsa. Sebab itu masyarakat harus terus menerus untuk menggelorakan semangat gotong royong dan melalui kegiatan ini dapat ditingkatkan partispasi gotong royong menuju masyarakat Belu yang mandiri dan sejahtera. “Kegiatan ini tidak bolah menjadi slogan tapi harus diupayakan dengan kerja,kerja dan kerja,” harap Foni. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top