EKONOMI

Pemprov NTT Tetap Yakin dengan Program Provinsi Ternak

ATAMBUA, Kilastimor.com-Salah satu program Gubernur, NTT saat ini yakni, menjadikan Nusa Tenggara Timur sebagai propinsi ternak. Pasalnya latar belakang kehidupan masyarakat di wilayah NTT, hampir 80% beternak.
Demikian arahan Kepala Dinas Peternakan NTT, Dany Suhadi dalam kegiatan kontes ternak tingkat Kabupaten Belu, Selasa (14/7/2015) di Nenuk, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, NTT.

Kontes Sapi Tingkat Kabupaten Belu.

Kontes Sapi Tingkat Kabupaten Belu.

Menurut Dany, saat ini jumlah ternak sapi dan kerbau di wilayah NTT sekitar 865 ribu ekor. Dan Pemprov NTT bertekad untuk meningkatkan populasi menjadi 1 juta ekor pada 2018 mendatang. “Target itu bisa dicapai. Ini dilihat dengan perkembangan ternak dari tahun ke tahun,” ujar dia.

Daniy berpesan ke seluruh peternak yang mengikuti kontes tahun ini, agar tetap mempertahankan dan terus meningkatkan sistem pemeliharaan ternak-ternak. “Mari kita sama-sama meningkatkan kemampuan kita untuk tunjukan bahwa kita peternak-peternak yang unggul,” ajaknya.

Penjabat Bupati Belu, Wilhelmus Foni mengemukakan, perhatian untuk meningkatkan populasi ternak sebesar 1 juta ekor, bukan tidak mungkin. “Melalui kontes hari ini, marilah kita galakkan produktivitas ternak di wilayah Belu ini,” ungkap dia.

Menurut Foni, kegiatan kontes ternak ini memotivasi para peternak agar rajin memelihara ternak. Dan bagi peserta yang menang dalam kontes ini, terus tingkatkan pemeliharaan serta perawatan ternak. “Harus waspadai penyakit yang menyerang ternak sapi. Mari kita galakan pemeliharaan ternak dalam meningkatkan ekonomi rakyat,” harap dia.

Kontes ternak tingkat Kabupaten Belu berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 12-14 Juli. Kontes itu diikuti 12 kecamatan dengan jumlah ternak sebanyak 69 ekor.

Pemenang kontes ternak tahun 2015 kategori penggemukan cross, juara umum diraih Kanisius Bauk asal Kecamatan Raimanuk. Sapi tersebut memiliki berat badan 674 kilo, mengalahkan ternak-ternak kontes dari kecamatan lainnya.
Selain juara umum cross, sapi milik Kanisius memenangkan kontes sapi pejantan dengan hadiah uang tunai sebesar Rp 7 juta.

“Sapi ini baru berumur 3 tahun 2 bulan. Setiap hari dikasih makan rumput dan lamtoro. Untuk kendala kesehatannya, saya selalu hubungi mantri hewan,” ujar Bauk.

Adapun kategori kontes ternak tingkat kabupaten itu diantaranya, penggemukan cros, penggemukan bali, pejantan bali, jantan bibit, betina induk bali dan bibit betina bali. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top