HUKUM & KRIMINAL

Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi di SMKN Kobalima Tunggu Hasil Audit BPKP

BETUN, Kilastimor.com-Pengusutan kasus dugaan Korupsi senilai Rp 4,9 miliar di SMKN Kobalima, hingga kini sudah memasuki tahapan pemeriksaan saksi.
Polres Belu sudah meminta BPKP untuk melakukan audit terkait dugaan kasus korupsi itu. Dari hasil audit akan ditetapkan tersangka. Penegasan itu disampaikan Kapolres Belu, Raja Sinambela usai melakukan sosialisasi Pilkada Serentak yang diselenggarakan Komisioner KPU Provinsi NTT di Betun, Sabtu (4/7).

“Penyidik sudah memeriksa delapan orang saksi terkait dugaan kasus korupsi itu. Saat ini kita sudah meminta lembaga audit dari BPKP untuk melakukan audit di lapangan, dan dari hasil audit itu bisa diketahui apa ada unsur kerugian negara atau tidak,” ujarnya.

Kalau memang ada unsur kerugian negara tentu kita akan proses lebih lanjut dan kita akan tetapkan tersangka, dalam kasus dugaan korupsi itu.

Ketika didesak wartawan terkait jumlah tersangka yang akan ditetapkan, Sinambela kepada wartawan mengatakan proses penetapan tersangka itu harus menunggu hasil pemeriksaan dan audit BPK sebagai lembaga berwenang. “Yang jelas kasus ini kita akan tindak lanjuti dan soal jumlah tersangka tergantung hasil audit BPK. Yang jelas kita sudah memeriksa delapan orang saksi dan kita tunggu saja hasil audit untuk melihat apakah ada unsur kerugian negara. Kalau ada ya pasti kita akan tetapkan tersangka sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan,” tandasnya. (oni)

Baca Juga :   Kewibawaan Seorang Pemimpin Terletak pada Kesejahteraan Rakyatnya
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top