RAGAM

Perpanjang Runway Bandara A.A. Bere Tallo, Pemkab dan DPRD Siapkan Rp 10 Miliar

JAKARTA, Kilastimor.com-Penjabat Bupati Belu, Wellem Foni kepada media ini usai bertemu Dirjen Perhubungan Udara, Suprastyo belum lama ini, mengatakan, pihaknya sudah bertemua Dirjen Perhubungan Udara, untuk menyampaikan rencana perpanjangan runway bandara A.A. Bere Tallo.

Wellem Foni

Wellem Foni

Dirjen paparnya, sudah memberi gambaran soal rencana tersebut. Dimana Pemkab Belu harus membuat grand disain, juga kajian Amdal, untuk perpanjangan landasan pacu itu, serta pembebasan lahan. “Tahun 2014, ada anggaran untuk perpanjangan landasan. Tapi karena masalah lahan dan ketiadaan grand disain serta Amdal, sehingga hanya ditambah 200 meter,” paparnya.

Pihaknya kata dia, akan segera menyiapkan semua, termasuk menganggarkan dana untuk pembebasan lahan seluas 32,5 hektare. Estimasi harga sendiri mencapai Rp 10 miliar.

Jika sudah dibebaskan, tambahnya, runway akan diperpanjang menjadi 1.800 meter dari 1.600 meter saat ini, pada tahun anggaran 2016. Selanjutnya, pada 2017, akan ditambah menjadi 2.500 meter. “Total perpanjangan bandara A.A. Bere Tallo sepanjangan 900 meter. Kita harap bisa terealisasi,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPRD Belu, Ewalde Berek mengatakan, pihaknya siap mendukung pemerintah Kabupaten Belu, untuk perpanjangan runway bandara tersebut. Bandara A.A. Bere Tallo sangatlah penting, karena berbatasan langsung dengan Timor Leste, dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Belu, terutama sektor transportasi udara.

Pihaknya dalam perubahan ini, siap menganggarkan dana pembebasan lahan, sesuai usulan pemerintah. “Pastinya pembebasan lahan sesuai Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) tanah. Semua diusulkan pemerintah, dan kita siapkan budget-nya,” bilang politisi Gerindra itu.

Baca Juga :   Pengolahan Lahan Pertanian di Malaka Lebihi Target

Bersadasarkan estimasi atau perikiraan bebernya, dana pembebasan lahan sekira Rp 10 miliar. “Nanti kita akan lihat riilnya, setelah ada perhitungan pemerintah. Kami sebagai wakil rakyat mendukung hal-hal yang menguntungkan masyarakat,” tuntasnya.

Dia berharap, pasca pembebasan lahan, perpanjangan bandar udara tersebut, bisa terealisasi dan pada gilirannya, runway bandara mencapai 2.500 meter dan bisa didarati pesawat komersial berbadan lebar, maupun pesawat militer.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara, Suprastyo mengatakan sebagai daerah perbatasan, pihaknya siap untuk membangun infrastruktur bandara yang lebih representatif. Namun Pemkab Belu harus menyiapkan grand disain, lahan dan amdal. Jika tersiapkan, maka pihaknya menyiapkan anggaran untuk itu. (net)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top