HUKUM & KRIMINAL

Polres TTS Cari Pelaku Buang Bayi. Bayi Ditemukan Tewas dengan Kondisi Tak Utuh

SOE, Kilastimor.com-Kasus buang bayi kembali terjadi. Kamis (9/7) salah satu bayi dengan kondisi tak utuh ditemukan warga. Atas kejadian itu, aparat Kepolisian Resort TTS, tengah mencaritahu orang tua dari bayi tak berkepala yang ditemukan warga di sekitaran Nunumeu SoE-TTS Kamis (9/7). Sampai dengan saat ini polisi belum mengantongi nama orang tua yang tegah membunuh dan membuang bayi tak berdosa ini.
Hal tersebut disampaikan Kapolres TTS melalui Kasat Reskrim, AKP Faria Arista diruang kerjanya Jumat (10/7)
“Kita sedang mencari siapa orang tua dan pelaku pembunuh dan sekaligus pembuang bayi itu,” kata Faria Arista.

Ilustrasi

Ilustrasi

Untuk sementara ini jelas Kasat Faria polisi sedang mengumpulkan mendata dan langsung mencross cek daftar nama ibu hamil yang berada diwilayah TTS. “Masih kita data, dan cek sau persatu-satu daftar nama ibu hamil yang sudah ada di kita,”jelas Faria.

Sejauh ini penyelidikan belum mengarah pada seseorang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan bayi tersebut.
“Kita masih terus melakukan penyelidikan dan penyelidikan kita belum mengarah kepada seseorang. Sehingga sampai dengan saat ini belum ada yang kita tetapkan sebagai tersangka,” tutur Faria.

Sedangkan bayi malang tak berkepala tersebut sudah dikebumikan oleh pemerintah Kecamatan Kota melalui Kelurahan Nunumeu pada Kamis (9/7) di pekuburan umum Nunumeu.

Untuk diketahui, Wens Dapa warga RT 13/RW 8, Kelurahan Nunumeu, Kecamatan Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menemukan mayat bayi laki – laki tanpa kepala di kebun dekat rumahnya, Kamis (9/7/2015) pukul 6.15 wita.
Bayi tersebut diduga dibuang oleh ibunya setelah melahirkan hingga menjadi santapan anjing.

Baca Juga :   Pemda Belu Tak Pelit Terbitkan Izin Operasional SMP

Saat ditemui di tempat kejadian (TKP), Dapa mengisahkan, bahwa ketika bangun pagi dia melihat anjing miliknya sedang menyantap bayi di kebun depan rumahnya.

”Saya langsung mengusir anjing dan menyampaikan di tetangga hingga melaporkan ke Polres TTS. Kami kaget kalau yang dilahap anjing itu adalah bayi laki – laki yang kepala dan bahunya sudah tak ada,” tegasnya.

Sementara hasil visum oleh dr. RSUD SoE, Eirene Ate, diketahui bayi tersebut sudah cukup bulan utuk lahir, yakni sembilan bulan lima hari.
Menurut dokter, bagian tubuh bayi sudah sempurna dan belum terdapat lebam, sehingga diperkirakan bayi lahir dalam kondisi normal, namun korban meninggal dunia akibat leher dan kepalanya digigit anjing. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top