HUKUM & KRIMINAL

Ratusan Dos Habuck dan Gula Pasir Illegal Ditemukan dalam Gudang Casangi

ATAMBUA, Kilastimor.com-Sedikitnya ratusan dos minuman jenis habuck berukuran botol sedang dan gula pasir ilegal dari luar negeri, ditemukan dalam gudang UD. Casangi milik Arnoldus Lay di Fatubenao B, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat.

Penjabat Bupati Belu meninjau gula dan minuman alkohol di gudang milik Ayus, di Atambua

Penjabat Bupati Belu meninjau gula dan minuman alkohol di gudang milik Ayus, di Atambua

Temuan itu terungkap setelah unit intel Kodim Belu menangkap Arnoldus Lay alias Ayus yang membawa barang selundupan gula pasir Thailand dari Maliana, Timor Leste pada Jumat malam kemarin.

Pantauan media ini, Penjabat Bupati, Pimpinan Forkompinda, Pimpinan SKPD serta tim usai melihat barang bukti ilegal di Makodim Belu, langsung mendatangi lokasi gudang UD. Casangi di Fatubenao. Alhasil dalam gudang Ayus ditemukan sedikitnya ratusan dos minuman jenis habuck.
Juga ditemukan puluhan karung gula pasir dan pupuk ilegal serta bbm jenis solar yang ditimbun dalam drum plastik.

Kepada media, Wilhelmus Foni mengemukakan, minuman habuck dan gula pasir yang ditemukan dalam gudang ini illegal. Dirinya meminta agar dinas teknis segera menghitung temuan itu dan segera menyegel karena minuman itu sudah expire.

“Ini mafia penimbunan. Kita temukan minuman illegal habbuck, pupuk dan sisa sisa gula pasir ilegal,” ungkap Foni.

Nantinya selesai menghitung instansi terkait akan mendalami penemuan barang ilegal tersebut baik dari dalam daerah maupun yang diselundupkan. “Ini sudah menyalahi aturan. Karena itu harus disegel dan diproses agar mata rantai penyelundupan ini dibersihkan,” pinta Foni.

Sementara itu Ayus mengaku dirinya baru pertama kali melakukan penyelundupan. Dikatakan, barang ilegal berupa gula pasir Thailand itu didatangkan dari Maliana-distric Bobonaro Timor Leste, yang dimasukan ke wilayah Atambua melalui perbatasan Dilumil.

“Saya ambil gula ini karena ada hutang di Maliana. Mereka tidak bisa bayar makanya saya ambil gulanya. Sedangkan minuman habuck didatangkan dari Kupang, tapi ini sudah lama dalam gundang, saya tidak edarkan karena ada larangan menjual miras,” beber dia.

Wakapolres Belu, Kompol I Gusti Putu mengungkapkan temuan ini jelas merupakan ilegal karena menyalahi aturan. Oleh karena itu akan diproses hukum sesuai prosedur yang berlaku.
“Kita akan tindak tegas temuan ini, juga akan proses terkait penangkapan Ayus beserta barang bukti penyelundupan 2,4 ton gula pasir ilegal,” ujar Putu. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top