RAGAM

Soal Sertifikasi Guru, Kebijakan Pusat Bikin Orang Daerah Kepala Sakit

BETUN, Kilastimor.com-Persoalan Serifikasi Guru belakangan ini menjadi momok bagi Kabupaten/Kota. Pasalnya, kebijakan dan aturan yang ditentukan pusat, bisa menjerumuskan orang daerah masuk bui walau tidak ikut makan uang. Seharusnya SK yang keluar dari kementrian harusnya langsung eksekusi/bayar Sertifikasi guru menyatu dengan gaji guru, sehingga tidak mengorbankan orang lain.
Demikian penjelasan Kadis PKPO Malaka, Aleks Seran kepada wartawan di Betun, Minggu (19/7).

“Kita di dinas teknis sangat terganggu dengan kebijakan dan aturan dari kementrian terkait sertifikasi guru. Itu sama saja dengan mereka memasang jerat buat orang daerah, yang bertugas sebagai petugas verifikator. Itu sama saja dengan kita tidak ikut makan uang, tetapi harus masuk penjara karena memperkaya orang lain. Kita akan sangat kesulitan membuktikan seorang guru apakah bisa bekerja dan mengajar di kelas 24 Jam per minggu. Kalau hanya teknis administrasi saja dikawatirkan seorang guru bisa kong kali kong dengan kepala sekolah, untuk membuat daftar hadir terkait jam mengajar dimaksud. Mekanisme pengawasan sangat lemah sehingga bila lalai, akan berdampak hukum bagi petugas verifikasi. Itu sama saja dengan kebijakan pusat buat orang daerah kepala sakit,” sebutnya.

Pihaknya ujar Aleks Seran, sudah melakukan konsultasi terkait kebijakan Pempus itu. Pasalnya, menurut kita kebijakan pusatlah yang keliru sehingga harus diperbaiki, supaya tidak mengorbankan orang daerah. Juknisnya harus diubah supaya tidak mengorbankan orang lain. Harusnya pembayaran sertifikasi guru itu melekat dengan pembayaran gaji guru, supaya tidak merepotkan dan merugikan orang lain. Harusnya mekanisme pengawasan dan verifikasi tidak dilakukan orang dinas, tetapi dilakukan kepala sekolah saja, supaya pengawasan bisa fokus dan tidak berdampak bagi orang lain diluar sekolah tersebut,” imbuhnya. (oni)

Baca Juga :   FKUB Temui Wali Kota Kupang
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top