RAGAM

Suami Selingkuh, Istri Adukan ke Komisi I DPRD TTS

SOE, Kilastimor.com-Debora Sabuna (40) Bidan Desa yang bertugas di Desa Nuapin Kecamatan Fatumnasi Senin (6/7) mendatangi Komisi I DPRD TTS, untuk melaporkan suami sahnya, Imanuel Hamid ke Komisi I DPRD TTS.
Kedatangan Debora untuk mengadukan nasibnya karena sudah ditinggalkan suaminya selama 6 tahun yang kini hidup serumah dengan Wasty Boimau, salah seorang perawat PNS yang sedang mengabdi dilingkup Rumah Sakit Umum Daerah SoE.

Kedatangan Debora diterima Sekretaris Komisi I Semi Sanam dan anggota Komisi lainnya masing-masing
Oberlin Muni, Semi Sanam, Thomas Lopo, Dominggus Beukliu, Magdalena Mbau, Soleman Seu.
Dihadapan anggota Komisi I Debora menjelaskan bahwa suaminya Imanuel Hamid sudah meninggalkan dirinya dan ketiga anak mereka dan hidup serumah tanpa ikatan perkawinan yang sah dengan Wasty Boimau.

“Sudah 6 tahun suami saya tinggal serumah dengan Wasty Boimau,” ungkap Debora yang mengaku sudah menikah sah dengan Emanuel Hamid sejak tahun 1997 lalu.
Sementara Wasty Boimau sendiri lanjut Debora adalah PNS aktif dan sudah menikah dengan Bernadus Kaesmeta dan sudah dikaruniai anak. “Wasty juga sudah mempunyai suami sah dan punya anak,” lanjut Debora.

Berbagai upaya dilakukan agar suaminya kembali ke pelukannya, namun sampai dengan detik ini suaminya tetap setia mendampingi Wasty Boimau.
“Saya sudah lapor ke polisi, ke BKD dan ke Direktur RSUD SoE juga sudah, tapi hasilnya nihil, laporan saya tidak diproses,” tutur Debora.

Baca Juga :   MKD Masih Verifikasi Laporan Terkait Herman Hery

Menurut dia, seharusnya Direktur RSUD SoE harus memproses kasus yang dilaporkannya mengingat bidan Wasty adalah seorang PNS aktif sehingga perlu mendapat sanksi. Tapi nyatanya sampai dengan saat ini semua pengaduannya baik ke Direktur RSUD SoE, BKD maupun laporannya ke polisi bahkan juga ke Sanggar Suara Perempuan (SSP) TTS belum mendapat titik terang.

Parahnya lagi, perselingkuhan antara Wasty Boimau dengan Emanuel Hamid sejak tahun 2009 lalu, telah Wasty Boimau telah melahirkan anak 2 orang.
“Hasil selingkuh dengan suami saya, Wasty Boimau sudah melahirkan anak dua orang,”terang Debora Sabuna.

Anehnya, bukti dua anak dari hasil perselingkuhan Wasty dengan Hamid oleh BKD tidak dianggap sebagai bukti.
Makanya dia memilih untuk mengadu ke Komisi I untuk mendapat perhatian dari DPRD secara lembaga.
“Saya datang ke sini untuk meminta bantuan bapak-bapak agar masalah saya bisa diselesaikan dan Wasty harus mendapat sanksi,karena dia adalah seorang PNS aktif,” pintah Debora.

Sekretaris Komisi, Semi Sanam yang menerima pengaduan Debora berjanji untuk memanggil baik Direktur RSUD SoE maupun BKD untuk menjelaskan penyelesaian kasus yang diadukan Debora.
“Anggota Komisi I bersepakat dalam waktu dekat ini untuk memanggil para pihak yaitu, bidan Wasty Boimau, Suaminya Bernadus Kaesmetan, Direktur RSUD SoE, pihak BKD untuk kita dengarkan keterangan mereka,” Jelas Semi Sanam.
Hal tersebut juga didukung oleh anggota komisi lainnya.

Baca Juga :   Menang Telak 5-0, Fajar Timur U-23 FC Lolos ke Final

Sementara direktur RSUD SoE yang dihubungi wartawan via telepon selularnya mengaku bahwa kasus yang diadukan Debora Sabuna tersebut kini sedang diproses di BKD. “Sudah di BAP oleh BKD dan sedang ditangani oleh BKD,”jelas dr. Ria Tahun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top