NASIONAL

Syahrulan: Bhineka Tunggal Ika Sangat Relevan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

ENDE, Kilastimor.com-Anggota DPR/MPR RI, H. Syahrulan Pua Sawa menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan yang melibatkan sekira 200-an tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pemerintah di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan tersebut diselenggarakan Minggu, 5 Juli 2015 di Aula Kecamatan Pulau Ende.

Dalam sosialisasi itu, Anggota Fraksi PAN, DPR/MPR RI mengemukakan, kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang digelar, merupakan yang pertama kalinya di kabupaten Ende.

Tampak H. Syahrulan Pua Sawa sedang mensosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pulau Ende, NTT.

Tampak H. Syahrulan Pua Sawa sedang mensosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kecamatan Pulau Ende, NTT.

Dikatakan, Pancasila merupakan ideologi negara, yang perlu dihayati dan diamalkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia termasuk masyarakat di Kecamatan Pulau Ende.

“Kita harus mampu hayati dan amalkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi negara, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), juga Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semboyan Bangsa Indonesia. Ini merupakan empat pilar kebangsaan yang harus tetap kokoh dan eksis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebab telah suatu komitmen bersama, demi mempercepat pembangunan masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Kabupaten Ende,” paparnya.

Sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diadakan kata anggota MPR RI tersebut, diharapkan mampu meningkatkan nilai-nilai kebangsaan, sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

H. Syahrulan Pua Sawa, politisi Partai Amanat Nasional itu menambahkan, kebhinnekaan dan keanekaragaman, merupakan sesuatu yang patut disyukuri, dan dapat dimanfaatkan sebagai potensi maupun kekuatan yang dapat menggerakkan percepatan pembangunan bangsa.

Baca Juga :   Kepercayaan Terhadap TNI 97 Persen. Pangdam: Pertahankan Kepercayaan Itu

Oleh karena itu, konsep Bhineka Tungga Ika akan sangat relevan untuk dapat dipertahankan dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada kesempatan itu, dia mengingatkan semua masyarakat, untuk menghormati perbedaan yang ada. Perbedaan tidak boleh menimbulkan konflik. “Perbedaan adalah suatu karunia Yang Maha Kuasa. Mari kita jaga keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” bilangnya.

Pria asli Ende itu menekankan, agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan itu, harus ditanamkan dalam jiwa sanubari setiap warga Indonesia sejak dini, khususnya generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa, agar bangsa Indonesia tetap kokoh dan terhindar dari berbagai ancaman.

“Mari kita tanamkan empat pilar kebangsaan yang ada, demi keutuhan bangsa Indonesia,” pungkasnya. (fed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top