HUKUM & KRIMINAL

Timor Leste Pulangkan 9 WNI. Mereka Ditangkap Karena Jual BBM Secara Illegal

ATAMBUA, Kilastimor.com-Setelah ditangkap dan ditahan selama 6 hari, akhirnya Pemerintah Negara Republic Democratic Timor Leste (RDTL) pulangkan 9 warga Indonesia asal Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan TasTim, Kabupaten Belu, Timor Barat, Sabtu (25/7/2015) lalu.

Tampak Pasukan Pengaman Perbatasan RI-RDTL bertemu Saat  di Perbatasan Kedua Negara

Tampak Pasukan Pengaman Perbatasan RI-RDTL bertemu Saat di Perbatasan Kedua Negara

Kesembilannya merupakan warga Dusun Adubitin, terdiri dari satu orang perempuan dan delapan orang laki-laki. Empat warga diantaranya masih bersatus pelajar yakni, tiga pelajar SMP dan satu pelajar SMA.

“Mereka (9 orang ) sudah dipulangkan dan diantar petugas Imigrasi Timor Leste melalui pintu perbatasan Mota’ain hari Sabtu (25/7) lalu,” ungkap Kepala Desa Silawan, Ferdinand Mones, Rabu (29/7/2015) malam.

Jelas Mones, kesembilan warga tersebut merupakan pedagang/bisnis minyak tanah. Mereka ditangkap saat tengah melakukan transaksi jual beli minyak tanah bersama tiga warga Timor Leste. Transaksi tersebut berada di dalam sungai wilayah Indonesia bukan Timor Leste.

“Mereka ditangkap oleh Danpos Badutmean di TCL Dusun Beilaka depan SMK, hari Minggu malam tanggal 19 Juli sekitar jam 11.00 Wita,” ujar dia.

“Bersamaan ditangkap juga 3 warga Timor Leste. Setelah itu Danpos Badutmean langsung menyerahkan ke POM untuk diperiksa,” sambung Mones.

Menurut Mones, setelah ditangkap kesembilan warga Silawan tersebut langsung dibawa oleh aparat keamanan ke Maliana, Bobonaro dan ditahan untuk menjalani proses pemeriksaan. “Saat penangkapan saya langsung koordinasi dengan pihak UPF, tapi jawab mereka masih diambil keterangan. Selama ini mereka di tahan di Maliana dan hanya dimintai keterangan saja,” ucap dia.

Baca Juga :   Demi Keamanan, NB Mendapat Perlindungan dari Kemensos

Dikatakan, dirinya sangat menyayangkan mengapa ada persoalan warganya ditangkap, namum tidak ada laporan sama sekali dari pihak Timor Leste kepada dirinya. Padahal penangkapan di kali itu merupakan zona bebas.

“Setidaknya, saya dikasih laporan saat warga ditangkap, biar mengetahuinya. Tapi ini tidak ada laporan, bahkan pihak lintas sektor di batas seperti Pamtas saja tidak tahu,” ucapnya ketus. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top