RAGAM

Tuntaskan Pemeriksaan, Kodim Belu Limpahkan 2,4 Ton Gula Pasir Illegal ke Polres

ATAMBUA, Kilastimor.com-Komando Distrik Militer (Kodim) 1605/Belu melimpahkan barang bukti berupa 2,4 ton gula pasir illegal hasil sitaan serta satu unit truk dan pemilik barang Arnoldus Lay (Ayus) ke Polres Belu.

Tampak pihak Kodim 1605/Belu menyerahkan barang bukti dan tersangka kepada penyidik Polres Belu.

Tampak pihak Kodim 1605/Belu menyerahkan barang bukti dan tersangka kepada penyidik Polres Belu.

Penyerahan dokumen barang bukti dan pelaku Ayus ke Polisi diwakili Pasi Intel Kodim, Lettu Inf, Jemry E. Mamengko dan diterima perwakilan Satreskrim di Makodim, Senin (6/7/2015) pagi.

Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Mochammad Nanang Nazmudin saat dihubungi wartawan mengemukakan, proses penyerahan bukti dan pelaku sebagai bahan untuk referensi bagi kepolisian.

“Kita bertugas salah satunya menggagalkan penyelundupan. Kemudian kita adakan proses pemeriksaan . Setelah itu barang bukti dan pelaku diserahkan ke polres,” ungkap dia.

Dikatakan, pihaknya hanya melakukan tindak pencegahan atas tindakan penyelundupan baik itu ke Timor Leste ataupun ke Indonesia. Kita sudah serahkan ke Polres. Sebelumnya pihaknya membuat berita acara penyerahan kepada polisi untuk diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Kepolisian yang memiliki kewenangan melakukan penyelidikan dan kewenangan menetapkan seseorang bersalah atau tidak.

“Kita inginkan pihak kepolisian betul-betul transparan dalam penangannya, sesuai dengan ketentuan dan aturan hukum yang berkalu,” harap dia.

Lanjut Nanang, kasus ini pelanggaran berlapis-lapis, sebagai penada pelintas, penyelundupan juga pengedar. Dengan adanya penangkapan ini bisa ada efek jerah bagi yang lain. Kedepannya kalau ada pengusaha-pengusaha lain yang melakukan hal serupa, pihak tidak segan-segan melakukan penindakan. (yan)

Baca Juga :   Prajurit TNI Diminta Waspadai Penyelundupan Narkoba di Perbatasan RI-RDTL
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top