HUKUM & KRIMINAL

Anggota Kelompok Ternak Merasa Janggal Atas Sapi Bantuan yang Diterima

ATAMBUA, Kilastimor.com-Ada kejanggalan dalam bantuan sapi bagi kelompok Tunas Muda, di Desa Raifatus dan Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Timor Barat tahun 2014 silam.
Koordinator Kelompok Tunas Muda Raifatus di Desa Tohe, Mateus Monis mengungkapkan hal itu saat ditemui media, Selasa (11/8/2015) sore kemarin.

Ilustrasi Sapi

Ilustrasi Sapi

Menurut Monis, kejanggalan yang dirasakan yakni, sapi yang diberikan tidak sesuai standar, ada sapi yang satu adik, dua adik, bahkan ada sapi yang belum punya adik diberikan ke anggota kelompok. “Sapi bantuan itu diberikan ke anggota kelompok tanggal 28 Januari 2014 lalu. Tapi setelah dibagi ada sapi yang langsung mati, karena fisik sapinya yang masih kecil,” ujar dia.

“Waktu bagi sapinya, ketua kelompok katakan kalau ada sapi yang mati segera lapor untuk ganti. Kami langsung lapor, tapi sampai sekarang tidak pernah diganti,” sambung Monis.

Monis mengaku, kelompok sapi di Desa Tohe tidak memiliki nama. Ketua Kelompok Tunas Muda, Yakobus Rani Laka juga pernah menjanjikan akan berikan uang pakan ternak dan uang transportasi, namun tidak pernah diberikan. “Di Tohe anggota kelompoknya ada 11 orang. Sampai saat ini sudah lima ekor sapi milik anggota yang mati,” papar dia.

Jelas Monis, pembagian itu tidak semuanya sapi, ada anggota yang langsung menerima sapi ada yang hanya diberikan uang, nanti membeli sapinya sendiri. Dirinya juga pernah menandatangani kuitansi kosong sebanyak dua kali yang diberikan ketua kelompok Tunas Muda Yakobus Rani Laka.

Baca Juga :   Timnas Indonesia U-16 Tekuk SSB Bintang Timur U-16 Tiga Gol Tanpa Balas

“Ada dua kuitansi kosong yang saya tandatangan. Untuk kuitansi pertama dikasih uang sebanyak Rp 3,5 juta untuk beli sapi betina sendiri dan kuitansi kedua uang sebesar Rp 1,5 juta katanya uang transportasi. Sapinya saya beli sendiri karena yang dibagikan sapinya kecil,” ungkap Monis.

Dia menyebutkan, terbentuknya kelompok sapi di Desa Tohe atas permintaan ketua Kelompok Yakobus Rani Laka dan petugas penyuluh lapangan (PPL). Setelah sesuai kesepakatan anggota maka dirinya ditunjuk menjadi koordinator khusus bagi anggota kelompok di Desa Tohe.

“Saya siap berikan keterangan apabila dipanggil Polisi dan saya akan berikan keterangan sesuai dengan yang saya alami,” ketus Monis.

Bersamaan, dua anggota lainnya yang ditemui sebelumnya di dusun Haekesak, Desa Tohe, Adelino Tilman dan Adelino Gama mengaku tidak pernah membentuk kelompok penerima bantuan ternak sapi. Bahkan, mereka didatangi ketua Kelompok Tunas Muda untuk menyampaikan mereka mendapat bantuan sapi.

“Kami terima saja, namanya bantuan ya kami mau. Masing -masing anggota satu ekor sapi dan saat diberikan sudah malam. Sapi kecil-kecil, bahkan stelah terima ada anggota kelompok yang sapinya langsung mati,” ujar Adelino. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top