RAGAM

Dukung BKS, DPRD Kota Kupang Siap Tambah Anggaran

KUPANG, Kilastimor.com-Program Brigade Kupang Sehat (BKS) yang merupakan program terobosan Pemerintah Kota Kupang, mendapat dukungan dari DPRD Kota Kupang. Namun program ini harus perlu ditingkat fasiitas dan peralatannya, dan kualitas pelayanan.

Yeskhiel Loudoe

Yeskhiel Loudoe

“Program separti ini, tidak hanya sekedar kejar jumlah pasien yang dilayani, tetapi pemerintah kota melalui program BKS pemerintah perlu tingkatkan fasiitas peralatannya, dan kualitas pelayanan sehingga lebih baik dalam penanganannya,” kata Ketua DPRD Kota Kupang,Yeskiel Loudoe kepada wartawan di kantor DPRD, Senin (24/8/2015).

Menurutnya, jumlah pasien yang telah dilayani oleh Brigade Kupang Sehat sesui data sebanyak seribu lebih pasien, merupakan suatu peningkatan yang cukup bagus dalam pelayanan, tetapi dalam pelayanan perlu juga didukung fasilitas peralatan yang memadai saat dalam penanganan pasien yang dijemput tersebut.

“Program BKS sangat bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini saya rasakan sendiri yakni saat ditelpon langsung datang, dan itu bukan saya saja tetapi warga saya saat itu sakit begitu telepon langsung datang. Untuk itu kami siap mendukung melalui anggaran, setiap program pemerinta kota demi kepentingan mayarakat, melalui dukungan anggaran untuk peningkatan fasilitas BKS,” tuturnya.

Sebelumnya, Walikota Kupang, Jonas Salean mengatakan Brigade Kupang Sehat (BKS) yang merupakan program terobosan Pemerintah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah melayani sebanyak seribu lebih pasien.
BKS yang programnya memberi “Layanan Jemput Bola”, dimana hingga tanggal 10 Agustus 2015 jumlah pasien yang telah dilayani oleh Brigade Kupang Sehat sebanyak 1.444 pasien.
“Jumlah pasien tersebut yang dilayani oleh Brigade Kupang Sehat tersebar di enam kecamatan di Kota Kupang. Program ini memberikan pelayanan sehatan secara emergency dan gratis,” katanya.
Program BKS tambah Jonas, untuk masyarakat kota membutuhkan penanganan medis. Petugas BKS akan memberikan pelayanan 1 X 24 jam. “Pelayanan ini tanpa memandang orang kaya atau miskin,” pungkasnya. (rif)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top