RAGAM

Empat Fraksi WO, Interpelasi Bupati TTS Tetap Disetujui

SOE, Kilastimor.com-Sebanyak empat (4) Fraksi di DPRD TTS memilih walk out (WO) ketika DPRD memulai agenda pembahasan usulan hak interpelasi kepada Bupati TTS.

Pantauan media ini, Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) DPRD TTS memilih WO terlebih dahulu, meskipun sebelumnya dalam pandangan Fraksi yang dibacakan oleh anggota Fraksi NasDem, Hendrik Babys menyetujui adanya hak interpelasi. Namun pada sidang penentuan sikap fraksi terhadap usulan hak interpelasi, Rabu(29/7) Fraksi NasDem melalui Ketua Fraksi, Oberlin Muni mengatakan Walk Out, meninggalkan empat fraksi inisiator usulan hak interpelasi yakni PKB, Demokrat, Hanura dan Golkar.

Kabupaten TTS

Kabupaten TTS

“Fraksi NasDem tidak ikut dalam usulan Hak interpelasi, jadi saya minta ketua DPRD selaku anggota fraksi NasDem serahkan palu kepada pimpinan yang lain, untuk melanjutkan sidang,” ungkap Oberlin sembari mengembalikan pembicara kepada Ketua DPRD, Jean Neonufa.
Ketua DPRD Jean Neonufa kemudian menyerahkan Palu kepada Wakil Ketua I, Imanuel Olin dan meninggalkan ruang sidang bersama anggota fraksi NasDem lainnya.

Tak lama berselang, menyusul Fraksi PKPI, PKS dan Gerindra.
Ketua Fraksi PKPI Benny Saekoko ketika menyampaikan pendapatnya mengatakan bahwa sikap Fraksi PKPI sejak awal tidak mendukung usulan penggunaan hak interpelasi, sehingga dirinya bersama anggota Fraksi lainnya memilih untuk meninggalkan ruangan sidang paripurna.

Sama halnya juga dengan Fraksi PKS. Melalui Ketua Fraksi Abdul Rahman memilih ke luar ruang sidang karena PKS juga sejak awal tidak mendukung secara politik usulan hak interpelasi. Namun pihaknya sangat menghargai pandangan politik fraksi inisiator untuk melaksanakan hak interpelasi tersebut. Dan apabila perjuangan fraksi inisiator usulan hak interpelasi berhasil, maka PKS mendukung perjuangan yang tersebut.

Baca Juga :   Tambak Ikan Bandeng Etuwain Diharapkan Tambah PAD Malaka

Fraksi Gerindra, pimpinan Gordon Banoet adalah fraksi yang paling terakhir walk out. Hal ini dilakukan karena sejak awal pada pemandangan umum fraksi-fraksi, Fraksi Gerindra sudah secara tegas tidak mendukung usulan hak interpelasi.
“Kami merasa tidak etis jika kami terus berada didalam ruang sidang ini, sementara sikap fraksi kami jelas tidak mendukung usulan hak interpelasi. Oleh karena itu kami harus meninggalkan ruang sidang ini,” kata Gordon Banoet sambil mengajak anggotanya untuk keluar dari ruang sidang paripurna.

Ketua Fraksi PKB, Relygius Usfunan,SH merasa aneh dengan sikap 4 Fraksi yang memilih walk out ketika hendak membahas agenda usulan hak interpelasi DPRD TTS. Menurut dia bahwa pengajuan hak interpelasi sebagai bentuk pengawasan DPRD kepada pemerintah. Sehingga PKB konsisten dan mendukung usulan penggunaan hak interpelasi.

“PKB konsisten agar usulan hak interpelasi wajib untuk dilakukan,”tegas Egy Usfunan.

Sementara Ketua Fraksi, Hanura David Boimau mengatakan bahwa hak interpelasi diusulkan karena sebagai mitra pemerintah DPRD perlu mempertanyakan sejumlah persoalan yang ada di TTS, yang sampai kini tidak jelas penyelesaiannya.

Sikap konsisten dan teguh dalam pendirian juga ditunjukan Fraksi Golkar dan Fraksi Demokrat yang juga mendukung usulan penggunaan hak interpelasi.

Ketua Fraksi Golkar, Niko Sole dan Benedictus Banamtuan yang bertindak sebagai Ketua Fraksi Demokrat, mendukung dan menyusulkan kepada pimpinan sidang yang dipandu oleh Wakil Ketua II DPRD, Alexandee Kase untuk segera membahas mekanisme dan menyesahkan agenda.

Baca Juga :   SBS-DA "Gempur" Empat Desa di Wewiku

Hak interpelasi akhirnya tertuang dalam Keputusan DPRD TTS Nomor 04/DPRD/2015 Tentang Persetujuan Terhadap Usulan Permintaan Keterangan Anggota DPRD Kabupaten TTS Kepada Bupati TTS Tahun 2015. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top