RAGAM

Herminus Halek Pertanyakan Uang Tunsus Raib di Rekening BRI

ATAMBUA, Kilastimor.com-Uang tunjangan khusus (tunsus) milik Herminus Halek yang ditransfer ke rekening BRI Cabang Atambua diduga raib. Pasalnya, ketika hendak melakukan pencairan, dana tersebut telah didebet dari rekeningnya.
Herminus Halek sendiri merupakan seorang guru tenaga honor di SMPN Kimbana, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL yang menerima tunsus tahun 2013 lalu.

Herminus Halek

Herminus Halek

“Uangnya sudah masuk ke rekening saya, tapi saat mau pergi ambil tidak ada lagi, katanya sudah diambil oleh orang lain,” ungkap Halek kepada awak media, Kamis (13/8/2015) di Atambua.

Herminus Halek pada kesempatan itu, menunjukkan buku tabungan BRI Simpedesnya, tertanggal 14 Maret 2015, tercatat saldo Rp 4.231.876, tapi pada tanggal itu juga terjadi transaksi debet sebesar Rp 8.542.500.

Namun setelah ditelusuri pada tanggal 14 maret 2015 lalu, terjadi transaksi sebesar Rp 4.155.127 dan pada tanggal itu juga terjadi transaksi debet sebesar Rp 4.850.720. Dan pada rekening milik guru lainnya, pada tanggal yang sama, terjadi transaksi kredit Rp 7.703.744. Dan pada tanggal itu juga terjadi transaksi debet sebesar Rp 13.728.850.

“Ini kan mustahil, masa ada uang masuk ke rekening saya tapi langsung hilang. Ini hak saya sebagai guru dan wajar saya perjuangan hak saya. Ada juga dua guru Kanisius Lesing dan Wendelina Meak yang mengalami hal serupa,” papar dia.

Baca Juga :   Ranperda RPJPD dan Dana Cadangan Pilkada Aman. Ranperda RTRW Disempurnakan untuk Dibawa ke Pempus

Terkait kejanggalan itu dirinya mendatangi Bank BRI Unit Seroja Halilulik, untuk mempertanyakan uang di rekeningnya yang hilang. Namun pihak Unit Seroja justru mengarahkan dia ke BRI Cabang Atambua.

Halek menuturkan, dirinya sempat meminta supaya rekening korannya diprint, dan di temukan ada perbedaan. Buktinya, hasil print out rekening koran tertanggal 14 Maret 2015, tidak terjadi transaksi uang, seperti yang ada dalam buku tabungannya.

“Saya ke BRI Unit Halilulik untuk cek, tapi mereka arahkan saya cek ke operator tunsus. Lalu saya ke BRI Cabang Atambua untuk minta cetak rekening korannya, tapi menurut Bank rekeningnya belum bisa dicetak,” papar dia.

Sesuai penjelasan pihak Bank BRI Cabang Atambua, data transaksi yang tercatat pada buku tabungan miliknya merupakan data kompres. Namun dirinya tidak mengetahui arti itu dan harusnya pihak Bank bisa menjelaskan sehingga kami mengerti.
“Inikan aneh, masa uang sudah masuk rekening, kemudian ditarik tapi Bank tidak mengetahuinya,” ujar Halek.

Terkait itu, Halek menduga adanya permainan oleh oknum tertentu sehingga dana tunsus yang telah masuk ke rekeningnya ditarik kembali oleh orang tidak dikenal. “Ini ada permainan dan patut diduga. Tahun 2013 lalu saya terima tunsus, sedangkan tahun 2014 dan 2015 tidak terima, tapi ada uang masuk ke rekening saya,” kata dia.

Saat bersamaan, Pimpinan BRI Cabang Atambua, Aloysius Sugiarto saat hendak dikonfirmasi awak media tidak diberikan izin oleh security bank, karena pimpinan sedang melakukan rapat.

Baca Juga :   Mendikbud Resmikan 5 USB di NTT

Sementara itu, Kadis PPO Belu Patris Asa saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2018) mengemukakan, SK tunsus itu langsung dari pihak Kementerian bukan diusul oleh Dinas di Kabupaten. Setelah di cek SK tunsus atas nama Herminus Halek tidak ada. Kalau pun tiap tahun berubah, itu kewenangannya Kementerian, kecuali tunjangan profesi.

“SK itu langsung dari Kementerian. Tidak mungkin kita menarik kembali transaski di bank, dan itu hal yang aneh. Saya belum pernah menemukan soal itu. Perintah untuk menarik kembali itu hal yang mustahil menurut aturan perbankan. Tidak mungkin kalau operator pergi tarik, pasti ada keterlibatan pihak bank,” ujar dia.

Jelas Asa, hingga saat ini dirinya belum menerima laporan pengaduan tentang masalah dana tunsus milik Herminus Halek yang sudah masuk di rekening tapi ditarik kembali. “Kita belum bisa ambil langkah selanjutnya karena belum ada laporan. Kalau dia sudah datang maka kita siap fasilitasi dan bersama-sama ke Bank untuk klarifikasi biar jelas,” kata dia. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top