RAGAM

Ketiadaan CT Scan, Melkianus Akan Dirujuk ke RSU W.Z Johannes Kupang

ATAMBUA, Kilastimor.com-Melkianus Susar, bocah asal Raimanuk akan dirujuk ke Rumah Sakit Kupang. Pasalnya di Rumah Sakit Umum (RSU) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua tidak mampu menangani kelainan pada perut bocah 11 tahun itu.

Kepada orang tua Melki di Rumah Sakit Atambua, Dokter Beny mengemukakan, setelah di lakukan rontgen hasilnya tidak diketahui secara detail kondisi kelainan itu.

IST Anggota DPRD Kabupaten Belu, Marthin Naibuti sedang menjenguk Melkianus di RSU Mgr. Gabriel Manek, SVD.

IST
Anggota DPRD Kabupaten Belu, Marthin Naibuti sedang menjenguk Melkianus di RSU Mgr. Gabriel Manek, SVD.

Jelas Beny, hasil gambar dari rontgen hanya ada diketahui ada benjolan pada bagian perut, namun tidak diketahui secara detail benjolan pada perut Melki.

“Hasil yang kita lihat ada benjolan. Kita belum tahu pasti apakah bagian di dalam tempat ususnya masih tersedia ataukah tidak lagi, apalagi benjolan ini sudah 11 tahun,” jelas dia, Senin (3/8/2015) kemarin.

Lanjut Beny, untuk mengetahui secara pasti tentang benjolan itu maka Melki harus menjalani CT Scan, sehingga bisa mengetahui secara detail kondisi usus dan bagian dalam perut Melki.

“Untuk CT Scan harus dilakukan di Kupang. Kita akan rujuk Melki ke Rumah Sakit Kupang dan keluarga silahkan rembug bersama agar kita rujuk Melki,” ujar dia.

Usai mendengar penjelasan itu, ayah Melki hanya mengangguk dan menyanggupi akan dirujuk ke Kupang. “Baik dokter, kami keluarga akan bicara supaya dirujuk saja,” ucap Karlus Bouk.

Baca Juga :   Bere: Moratorium Dicabut, Silahkan Usulkan Pemekaran Desa

Dikatakan, dirinya bersama keluarga bersedia Melki dirujuk, meski merasa berat dengan keadaan keuangan. Namun Bouk yakin, dengan Jaminan BPJS yang ada pasti bisa membantu mengurangi beban.

“Biar Melki dirujuk saja, dia harus pulang dengan sehat tanpa ada kelainan itu. Semoga dengan jaminana BPJS yang dimiliki Melki bisa membantu kami,” kata dia.

Sebelumnya di tahun 2006 lalu, Melki yang masih berusia dua tahun, oleh kedua orangtuanya sempat dibawa ke RSU Atambua guna pengobatan. Namun saat itu, menurut salah seorang dokter tidak ada alat untuk menyusun kembali ususnya ketika dioperasi. Dokter menyarankan untuk dirujuk ke Surabaya, namun karena ketiadaan biaya terpaksa Melki dibawa pulang ke kampung.

Sementara itu Direktur RSU Atambua, dokter Hendrikus Besin yang dihubungi, membenarkan bahwa rumah sakit belum memiliki alat CT Scan. Oleh sebab itu untuk melakukan CT Scan, maka harus melakukan rujukan ke RSU W.Z. Johannnes Kupang. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top