HUKUM & KRIMINAL

Rawan Penyelundupan BBM, Polisi Perketat Pengawasan di Perairan Atapupu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Perairan laut Atapupu rawan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sesuai keterangan para yang diamankan pihaknya Buser Polres Belu, bahan bakar bersubsidi jenis Minyak Tanah yang diamankan tim Buser, akan dibawa ke Silawan dan akan diseberangkan ke Timor Leste melalui laut.
Demikian dikatakan Kapolres Belu AKBP Raja Sinambela yang dihubungi melalui, Kasat Reskrim AKP Jeffris Fanggidae, Jumat (7/8/2015).

AKP Jeffris Fanggidae

AKP Jeffris Fanggidae

Dikatakan, dengan demikian jaringan penyeludupan melalui laut makin besar dan tidak aman. Sehingga mau tidak mau maka harus dilakukan pengamanan. Kita akan perketat jalur laut dan lakukan pemantauan.

“Kami sudah koordinasikan dengan Kapolres untuk memperketat pengamanan di jalur laut. Sebagian sudah berkurang, tapi kembali marak dan kita akan lakukan pemantauan,” ujar dia.

Dikatakan, barang bukti kurang lebih 2 ton Mitan yang berhasil diamankan tim Buser Polres Belu, telah diamankan beserta 4 warga dan satu unit mobil dump truk bernomor polisi DH 2044 CE.

“Awalnya saat anggota lakukan patroli pada Rabu (5/8) sekitar pukul 19.30 Wita, ada gelagat yang dicurigai. Setelah didekati diatas mobil ternyata ada muatan 33 jerigen berisi Mitan,” kisah Jeffris

Dituturkan, dari hasil interogasi didapat info pemilik Minta yang hendak diselundupkan ke Timor Leste tersebut merupakan milik warga Waketimun, Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat. “Mitan itu milik empat warga yakni, dua orang perempuan berinisial AT dan ED serta dua orang laki-laki EB dan FK. Keempatnya mengakui Mitan itu milik mereka,” sebutnya.

Lanjut Jefry, para pelaku akan diporses dan rencananya dikenakan pasal yang diatur dalam UU tentang BBM bersubsidi terkait aksi penimbunan dan menyalurkan. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top