RAGAM

Tolak Pembangunan Pengaman Pantai, Warga Pasir Panjang Demo ke DPRD Kota Kupang

KUPANG, Kilastimor.com-Sekitar ratusan warga Pasir Panjang yang tergabung dalam Forum Suara Rakyat Pasir Panjang gelar aksi demo di kantor DPRD Kota
Kupang. Aksi demo ini para nelayan membawa perlengkapan nelayan yang
terdiri dari perahu, pasir,dan pukat ke dalam gedung Kantor DPRD
Kota, Rabu (26/8/2015).

Yeskhiel Loudoe

Yeskhiel Loudoe

Perlengkapan nelayan yang dibawa warga Pasir Panjang ini sebagai rasa
penolakan waraga setempat atas proyek pembangunan pengamanan pantai
Pasir Panjang Kota Kupang sepanjang 500 meter yang dianggarkan melalui
dana APBN sebesar Rp 9,5 milliar.

Dalam aksinya, koordinator lapangan, Cecep mengatakan proyek pengaman
pantai merusak dan menghilangkan pasir putih Pasir Panjang yang memiliki nilai sosiologi, ekonomis dan ekologis yang sudah dan sedangg
dirasakan oleh warga setempat dan masyarakat Kota Kupang pada
umumnya.

Selain itu, pelaksanaan proyek ini dinilai melanggar beberapa regulasi diantaranya, Perda Kota Kupang nomor 12 tahun 2011 tentang rencana
tataruang dan peraturan menteri PU nomor 09/PRT/M/2012 tentang pedoman
penggamanan pantai. Sangat dipastikan pembangunan tersebut tanpa
dokumen AMDAL atau UKL ULP. Namun dengan sikap arogansinya pemerintah
Kota memaksa proyek tersebut untuk dilaksanakan.

Ketua DPRD Kota Kupang,Yeskiel Loudoe di ruang kerjanya mengatakan, semua tuntuntan wargga nelayan ini akan ditampung, dan nantinya akan digelar pertemuan bersama seluruh instansi terkait, pada Jumat bersama para nelayan guna bisa sama-sama mendengar penjelasan secara detail guna sama diketahui. (rif)

Baca Juga :   Bupati Malaka Ajak Warga Kapitan Meo Jaga Translok yang Dibangun
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top