POLITIK

TULUS Blusukan di Pasar Uabau-Kereana, Malaka Timur

BETUN, Kilastimor.com-Paslon Bupati/wakil Bupati Malaka dari paket TULUS terus bergerak.Paslon tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan blusukan ke pasar-pasar. Hari Jumat lalu, TULUS blusukan di pasar Uabau-Kecamatan Laenmanen dan Sabtu blusukan di pasar Sulit di desa Kereana -Kecamatan Botinleobele.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Koalisi Paket TULUS, Vinsen Kehi Lau ketika dihubungi wartawan di Betun hari ini.

Tampak Paket Tulus dalam penerikan nomor urut belum lama ini.

Tampak Paket Tulus dalam penerikan nomor urut belum lama ini.

“Sebelum melakukan kunjungan untuk bertemu warga sesuai jadwal KPU, Paket TULUS menyempatkan diri blusukan di pasar uabau dan pasar Sulit. Pak Agus sangat peka dan mau melihat situasi dan kondisi riil di pasar terkait transaksi para warga di pasar-pasar. Banyak hal yang ditemukan saat blusukan di pasar-pasar dimana ditemukan dalam dialog bersama warga ternyata harga sembako sangat mahal dibandingkan dengan penjualan hasil bumi asam dan kemiri kepada tengkulak,” bilangnya.

Petani kita yang menjual asam dan kemiri harus menjual beberapa kilo untuk bisa membeli satu kilo gram beras. Ini fakta yang ditemui dan hal itu harus ditata sehingga masyarakat tani memiliki posisi tawar yang baik. “Tata niaga hasil bumi perlu ditata sehingga memiliki nilai tawar bagi petani yang bergerak dibidang penjualan hasil bumi,” terangnya.

“Ini potret sesungguhnya di masyarakat kita. Kita kaya hasil bumi tetapi tidak punya posisi tawar pasar. Kuncinya kalau TULUS terpilih dan dipercaya rakyat dalam pilkada nanti maka persoalan tata niaga hasil bumi harus ditata sehingga bisa berpihak kepada petani kita,” tuntasnya. (oni)

Baca Juga :   Plt. Kadis dan Badan akan Optimalkan Staf untuk Capai Target Kerja
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top