HUKUM & KRIMINAL

Tunsus Guru di Belu Salahi Juknis, Kejari dan Polres Belu Segera Selidiki

JAKARTA, Kilastimor.com-Masalah Tunjangan Khusus (Tunsus) guru perbatasan, khususnya di Belu, yang kini mencuat dan dikritik oleh publik, mendapat perhatian khusus anggota DPR RI.

Anggota Komisi X DPR RI, Ferry Kase, Kamis (27/8) mengatakan, pihaknya sudah mengantongi data guru penerima tunsus perbatasan, khususnya di Kabupaten Belu.
Berdasarkan data tunsus dari Kemendikbud, ternyata salah sasaran dan diduga ada permainan. “Tunsus guru perbatasan tidak tepat sasaran. Tunsus yang seharusnya diperuntukan bagi guru yang mengajar di perbatasan, malah dialokasikan kepada guru yang tidak berada di garis batas,” katanya.

Ferry Kase

Ferry Kase

Dikatakan, berdasarkan data yang ada, ada sekitar 80 persen tunsus salah sasaran. Diri merasa heran, mengapa nama-nama guru diusulkan Pemda Belu, melalui Dinas PPO Belu, lebih banyak guru-guru yang mengajar di ibukota kecamatan dan kabupaten. Padahal, sesuai kesepakatan bersama tiga kementerian masing-masing Kemendikbud, Kementerian Desa, PDT dan Trasmigrasi serta Bappenas, tunsus diberikan kepada guru di wilayah perbatasan, pulau terluar dan terpencil. Selain kesepakatan itu, ada juknis sebagai landasannya, dimana hanya guru di garis batas negara, daerah terpencil dan terluar yang menerima, bukan di kota.

Akibatnya kata dia, tunjangan khusus tersebut tidak mengena, dan jauh dari tujuan yakni meningkatkan kinerja guru.
“Saya tidak tahu apakah ada permainan oknum tertentu atau apa, sehingga salah sasaran seperti ini,” tegasnya.

Baca Juga :   BKP NTT Sosialisasi Peta FSVA dan Cadangan Pangan

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top