POLITIK

Warga Malaka Harus Jaga Persatuan dan Kesatuan

BETUN, Kilastimor.com-Warga Kabupaten Malaka harus menjaga persatuan, kesatuan dan tidak menciptakan sekat-sekat yang berpotensi memecah belah masyarakat. Warga tidak usah dibuat dikotomi antara fehan dan foho, karena secara adat Malaka itu satu yakni Wesei-Wehali-Kletek Taruik.
Hal itu disampaikan Calon Bupati Malaka, Taolin Ludovikus saat melakukan pertemuan bersama warga Desa Umatoos-Kecamatan Malaka Barat hari ini.

Paket TABE pose bersama KPU, saat penetapan belum lama ini.

Paket TABE pose bersama KPU, saat penetapan belum lama ini.

“Dalam menghadapi pilkada Malaka yang perdana ini kita semua harus melakukan kampanye santun tanpa harus menjelek-jelekkan paket atau figur lain, karena hasilnya hanya membuahkan konflik dan perpecahan dalam masyarakat. Secara adat kita semua di Malaka hanya satu rumpun adat Wesei-Wehali-Kletek Taruik, dan semuanya oleh nenek moyang dibagi-bagi ke berbagai daerah namun semuanya berasal dari Wesei-Wehali,” tuturnya.

“Kita tidak perlu saling mencederai dengan membuat sekat-sekat antara foho dan fehan, karena secara adat kita hanya satu saja. Itu isu murahan dan kalau masih ada yang mengemas isu itu pertanda bahwa dirinya belum memahami benar tentang persoalan adat istiadat di Malaka. Saya menghimbau kepada seluruh warga untuk menjaga kesantunan dalam berpolitik dalam pilkada ini, sehingga kita bisa hasilkan pimpinan wilayah pilihan rakyat secara demokratis. “Warga jangan takut dengan intimidasi karena hakekat demokrasi adalah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memilih pemimpinnya sesuai hati dan nuraninya masing-masing,” timpalnya.

“Kita berharap pilkada yang pertama ini bisa berkualitas untuk menghasilkan pemimpin yang dipercaya rakyat untuk memimpin Malaka kedepan,” tandasnya. (oni)
Percakapan Obrolan Berakhir

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top