HUKUM & KRIMINAL

359 Warga Belu dan Dua Warga RDTL Terjaring Razia KTP

ATAMBUA, Kilastimor.com-Sebanyak 359 orang masing-masing, 357 warga Belu dan 2 warga negara Timor Leste terjaring dalam razia KTP-e yang digelar Dinas Capilduk Kabupaten Belu sejak 29 Agustus sampai 4 September 2015.
Kadis Capilduk, Wilibrodus Leto menyampaikan hal itu ketika dihubungi media, Jumat (4/9/2015) lalu.

Wilibrodus Leto

Wilibrodus Leto

Menurut Leto, sebelum razia terlebih dahulu dilakukan sosialisai dan saat pelaksanaan razia, dinasnya mendapat dukungan dari aparat Polri, TNI, dan Satpol. Razia KTP-e dilakukan pada tiga kecamatan yakni Kecamatan Tasifeto Timur, Tasifeto Barat, dan Kaluluk Mesak, Belu.

“Razia di Kecamatan Tasifeto Timur ada 62 orang yang terjaring diantaranya 25 orang tidak bawa KTP-e sedangkan 37 orang belum melakukan perekaman,” ucap dia.

Untuk Kecamatan Kakuluk Mesak terdapat 105 warga Belu dan dan 2 WNA asal Timor Leste yang terjaring razia, 75 orang tidak membawa e-KTP dan 30 orang belum melakukan perekaman. Sementara di Kecamatan Tasifeto Barat 190 orang yang terjaring diantaranya 105 orang tidak membawa e-KTP dan 85 orang belum melakukan perekaman.

Menurut Leto, 359 orang yang terjaring razia tersebut dikenakan denda atau sanksi, sesuai dengan aturan UU Nomor 23 Tahun 2006 Pasal 91 ayat 1 dan ayat 2 yang mana besaran denda untuk WNI senilai Rp 50.000 sementara untuk WNA senilai Rp 100.000.

“Hasil denda dari razia itu senilai Rp 18.050.000 dan kita akan setorkan ke kas negara,” sebut Leto.

Razia e-KTP bilangnya, dilakukan setahun sekali. Tujuan dilakukan razia itu untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan mendorong serta memotiavi masyarakat untuk taat hukum, agar segera mengurus dokumen identitas kependudukan. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top