RAGAM

Dinas PKPO akan Evaluasi Sumbangan dari Orang Tua Siswa

BETUN, Kilastimor.com-Dinas PKPO Kabupaten Malaka harus melakukan pengawasan terhadap penetapan sumbangan oleh sekolah yang memberatkan siswa dan keluarga siswa. Sekolah harus mengoptimalkan pemanfaatan keuangan yang bersumber dari dana BOS yang diterima, untuk memenuhi kebutuhan dan operasional siswa. Penegasan itu disampaikan tokoh masyarakat Malaka, Emanuel Seran kepada wartawan di Besikama hari ini.

Logo Pendidikan

Logo Pendidikan

“Selama ini sekolah selalu berlindung dibawah rapat orang tua siswa atau rapat komite untuk melegalkan pungutan-pungutan yang sangat mencekik seperti uang komite, uang OSIS, uang tambahan les bagi siswa dan sumbangan lainnya. Dinas harus turun dan proaktif melakukan pemantauan supaya berbagai sumbangan yang sifatnya memberatkan siswa dan orang tua supaya dihilangkan. Kita patut pertanyakan apakah dana yang bersumber dari dana BOS dan sumber pendanaan lainnya tidak bisa dimanfaatkan untuk mendanai kegiatan di sekolah tersebut,” bilang dia.

“Kita tetap mempertanyakan masalah itu karena di SMPN 1 Malaka Barat, Besikama setiap siswa dikenakan biaya Rp 100 ribu untuk pengadaan meja kursi siswa, padahal harusnya kebutuhan itu bisa didanai dari sumber pendanaan APBD II Malaka dan DAK. Kita patut pertanyakan hal itu karena sangat memberatkan orang tua siswa yang menyekolahkan anaknya sebanyak dua atau tiga orang di sekolah itu,” tuturnya.

“Hari ini di SMAN 1 Malaka Tengah di Besikama juga mengadakan rapat komite yang intinya meminta dukungan orang tua siswa guna penetapan biaya operasional tambahan dari orang tua siswa, dimana uang komite dan uang OSIS setiap bulan harus membayar Rp 80.000 per siswa dan biaya les tambahan Rp 75 ribu per siswa. Biaya itu termasuk besar terutama bagi orang tua yang menyekolahkan anaknya dua hingga tiga orang pada sekolah itu. Kita pertanyakan pelaksanaan les tambahan setiap hari dimulai jam keluar sekolah hingga sore, hari sangat tidak efektif karena menguras pikiran dan tenaga siswa,

Baca Juga :   Ose Luan: Guru Merupakan Pioner Peningkatan Kualitas Pendidikan

Kadis PKPO Malaka, Aleks Seran kepada wartawan mengatakan pihaknya akan mencari tahu kebenaran informasi itu. “Kalau ada sekolah yang melakukan pungutan yang memberatkan, tentu harus dievaluasi supaya keberadaan lembaga pendidikan negeri bisa menjadi sarana pendidikan yang murah dan terjangkau bagi masyarakat,” tandasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top