HUKUM & KRIMINAL

Ketua Komcat Golkar Io Kufeu, Malaka, Eduardus Bouk Ditikam Fandy Taolin

BETUN, Kilastimor.com-Anak kandung anggota DPRD Malaka, Wandelinus Taolin yang juga keponakan kandung Taolin Ludovikus calon Bupati Malaka, Fandy Taolin, menikam Ketua Komcat Golkar Io Kufeu, Malaka, Eduardu Bouk.

Ilustrasi Penikaman

Ilustrasi Penikaman

Aksi kekerasan dengan benda tajam itu sendiri terjadi di kampung Tuanmamoron, Desa Ikantuanbes, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, Jumat (11/9/2015).

Akibat penikaman itu, Eduardus Bouk mengalami luka robek yang cukup serius pada tangan bagian kiri dan kanannya.

Eduardus Bouk kepada media ini melalui telepon selulernya mengatakan, peristiwa naas ini terjadi saat dirinya sedang mengikuti resepsi pernikahan anak Petrus Un Nurak, Jumat siang kemarin.

Menurutnya, selama ini dirinya tidak memiliki konflik pribadi dengan Fandy yang adalah keponakan salah satu calon bupati Malaka itu. “Saya tidak pernah punya masalah pribadi dengan keponakan pak Ludo itu. Mungkin saja dia dendam politik dengan saya, karena kami tidak dukung pak Ludo,” ujar ketua Komcat Golkar Itu.

Dia melanjutkan, saat kejadian penikaman, dirinya sedang santap malam bersama Kepala Desa Kufeu dan Kades Ikantuanbes pada acara itu. Secara tiba Keponakan ludo Taolin dengan gaya premannya mengatakan, “Hei Bouk kita tukar ikat pinggang,”. Namun dirinya tidak menghiraukan ajakan itu.

Karena tidak ditanggapi dirinya, Fandy Taolin langsung masuk ke dalam rumah pengantin dan keluar kembali membawa sebilah pisau. Seketika pelaku menuju dirinya, dan langsung menikam. Karena tidak siap, lengan Bouk tertusuk dan mengeluarkan darah darah segar.

Baca Juga :   Baru Selesai Dibangun, Tembok Penahan Jalan Negara di Kefamenanu Ambruk

Peristiwa ini disaksikan oleh tuan pesta dan tamu undangan, akan tetapi tidak ada yang berani meleraikan keduanya.
Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Bouk langsung menyelamatkan diri.
Korban sementara dirawat secara intensif di Puskesmas Baunakan.

Kapolsek, Sasitamean, IPTU Felix Lau yang dihubungi membenarkan kasus tersebut. Dia mengatakan, kasus ini tidak terkait dengan politik Pilkada. Kejadian terjadi Jumat siang, dimana Fandy Taolin menikam Eduardus Bouk pada dua tangannya. Akibat aksi kekerasan itu, Eduardus harus dirawat dimana pada tangan kanan mendapat jahitan sebanyak 27 kali dan kiri sebanyak 7 jahitan.

Dikatakan, korban telah diambil keterangan, sedangkan pelaku belum diambil keterangan, karena menurut orang tuanya, tidak waras.
Walau demikian, pihaknya akan meminta saksi ahli, untuk mengetahui kondisi korban.

Pada bagian akhir, dia mengatakan, ini tidak terkait dengan politik. Ini murni tindak pidana murni. Kepolisian akan menuntaskan kasus ini. (fed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top