POLITIK

Penyidikan Kasus Penikaman Komcat Golkar Io Kufeu Berlanjut

BETUN, Kilastimor.com-Kasus penikaman Ketua Komisariat Golkar (Komcat) Golkar Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, Eduardus Bouk oleh Fandy Taolin, yang diduga bermotif politik terus berlanjut. Penyidik kepolisian terus memeriksa korban dan para saksi. Sementara pelaku yang merupakan anak dari anggota DPRD Malaka, Wandelinus Taolin, juga keponaan kandung Taolin Ludovikus yang merupakan calon Bupati Malaka saat ini, akan diupayakan pemeriksaan.

Ilustrasi Penikaman

Ilustrasi Penikaman

Kapolsek Sasitamean, IPTU, Felix Lau mengatakan, penyelidikan kasus penikaman Eduardus Bouk, oleh Fandy Taolin terus berlanjut.
Saat ini penyidik terus memeriksa korban dan para saksi, terkait kasus tersebut. “Kita terus periksa saksi dan korban,” paparnya ketika dihubungi, Minggu (13/9).

Dikatakan, khusus untuk pelaku, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Polres Belu, guna menghadirkan saksi ahli. Bila tidak maka pelaku akan dibawa ke RS Bhayangkara Kupang, untuk diperiksa kejiwaannya. “Kita sementara koordinasi, untuk tes kejiwaan pelaku. Jika memungkinan, maka akan ditersangkakan dan periksa,” katanya.

Pada kesempatan itu dia menegaskan, kalau kasus penikaman itu, tidak terkait politik di Malaka. “Kebetulan saja kejadia di masa pilkada. Ini tidak ada hubungan dengan politik,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus penikaman saat korban sedang santap bersama Kepala Desa Kufeu dan Kades Ikantuanbes pada sebuah acara pernikahan, Jumat lalu. Secara tiba-tiba, Keponakan Ludo Taolin dengan gaya premannya mengatakan, “Hei Bouk kita tukar ikat pinggang,”. Namun korban tidak menghiraukan ajakan itu.

Baca Juga :   Immala Siap Kawal Pilkada Malaka

Karena tidak ditanggapi, Fandy Taolin langsung masuk ke dalam rumah pengantin dan keluar kembali membawa sebilah pisau. Seketika pelaku menuju korban dan langsung menikam. Karena tidak siap, kedua tangan Bouk tertusuk dan mengeluarkan darah segar.

Peristiwa ini disaksikan oleh tuan pesta dan tamu undangan, akan tetapi tidak ada yang berani meleraikan keduanya.
Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Bouk langsung menyelamatkan diri.

Korban Eduardus Bouk harus dirawat di Puskesmas Buanakan. Pada tangan kanan korban mendapat jahitan sebanyak 27 kali dan kiri sebanyak 7 jahitan. (fed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top