RAGAM

Satgas Pamtas Yonif 725/WRG Kedepankan Program Kemanusiaan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Batalyon Infanteri (Yonif) 725/Woroagi, Kendari, didaulat untuk bertugas sebagai Satuan Pengaman Tugas Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur wilayah Kabupaten Belu,. Yonif tersebut menggantikan Yonif 514/Raider-Kostrad.

Mayor Inf, Nurman Syahreda

Mayor (Inf), Norman Syahreda

Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Mayor (Inf) Norman Syahreda usai upacara pelepasan Yonif 514/Raider mengatakan, pasukan Yonif 725/WRG berasal dari Kendari dan baru kali pertamanya melaksanakan tugas sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL, selama sembilan bulan di wilayah perbatasan Kabupaten Belu.

“Untuk pekaksanaan kegiatan kami kedepan dan kita sudah laksanakan koplikodal dengan Satgas Pamtas yang lalu,” ujar dia, Sabtu (19/9/2015) di Mako Pamtas Umanen, Atambua Selatan.

Selain menjalankan tugas utama menjaga kedaulatan wilayah perbatasan NKRI, kesatuan Satgas Pamtas Yonif 725/WRG akan menindaklanjuti program-program tersisa dari Satgas Yonif 514 yang telah dilakukan. Disamping itu, pihaknya akan melakukan pembinaan teritorial tertentu yang sedikit berbeda.

“Kita juga akan terapkan program-program dari kesatuan. Program kita sedikit berbeda namun bermanfaat bagi seluruh masyarakat di wilayah perbatasan Belu,” ucap Norman.

Dikemukakan, nantinya dalam melaksanakan program-program kemanusiaan, kami punya cara-cara tersendiri dan kita bisa berbaur, mendorong kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan taraf ekonomi rakyat.

“Namun kita akan bertahap, contonhya seperti kegiatan baksos dan lainnya. Akan kami upayakan hal-hal yang baru yang belum dirasakan masyarakat,” pungkas Norman.

Baca Juga :   Belum Terima Usulan, Pemkab dan Pemprov NTT Diminta Segera Usul Kada Terpilih ke Kemendagri

Penjabat Bupati Belu Wilhelmus Foni dalam sambutan upacara pelepasan menyampaikan limpahkan terimakasih kepada kesatuan Yonif 514/Raider yang telah menjaga kedaulatan NKRI dan membantu warga perbatasan Kabupaten Belu.

“Kita yakin dan percaya selama kurun waktu 9 bulan lebih bertugas di Belu martabat NKRI dijaga dengan baik di perbatasan RI-RDTL. Demikian juga bagi Satgas Pamtas baru Yonif 725 tetap menjaga martabat NKRI. Merah putih tidak bisa ditawar-tawar,” kata Foni.

Untuk diketahui sejak kemarin prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 725/WRG telah menempati 20 Pos Pamtas di titik perbatasan Indonesia dan Timor Leste di Kabupaten Belu. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top