HUKUM & KRIMINAL

Uang Titipan BPP dalam Nota Dinas Camat Raihat di Laporkan ke Kejari Atambua. Kepala BPP Bantah Berikan Uang

ATAMBUA, Kilastimor.com-Nota dinas Camat Raihat, Mikael Kali Leon, mulai memasuki ranah hukum. Ketua tim pemenang paket Sahabat, John Atet dan paket Venna Ramos Taek Berek, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua, Senin (7/9/2015).

Tampak Tim Venna, Ramos Taek Berek didampingi pengacara melaporkan dugaan penggunaan keuangan daerah, oleh Kepala BPP Belu, untuk memenangkan paket Fansmu NKRI.

Tampak Tim Venna, Ramos Taek Berek didampingi pengacara melaporkan dugaan penggunaan keuangan daerah, oleh Kepala BPP Belu, untuk memenangkan paket Fansmu NKRI.

Maksud kedatangan kedua tim paket tersebut untuk melaporkan kasus nota dinas Camat Raihat kepada Desa Tohe Leste, dimana dalam isi surat itu tersirat uang titipan dari Kepala Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Kabupaten Belu untuk bagi kepada tim NKRI, di Desa Tohe Leten untuk bekerja.

Bukti dokumen berupa nota dinas Camat Raihat yang bertuliskan uang titipan Kaban BPP yang dibagikan ke masyarakt, diserahkan langsung oleh Ketua tim Venna, Ramos Tae Bere dan ketua tim Sahabat, John Atet didampingi pengacara Ferdi Tahu kepada Kasi Pidsus Kejari Atambua.

Menurut Ramos Tae Bere, pengaduan ke Kejaksaan ini terkait dugaan penyalagunaan kewenangan serta pengaduan indikasi dugaan penyalagunaan keuangan negara oleh Kaban BPP Belu yang dibagikan ke desa.

“Maka itu kami datang lapor kasus ke Jaksa untuk selidiki dan periksa Kaban BPP, terkait sumber uang itu apakah berasal dari uang instansi atau uang pribadi,” ujarnya.

Dikatakan, sebagai PNS harus netral. Namun pada kenyataannya terlibat dalam politik praktis, juga dugaan penyalagunaan tanggunjawab jabatan maupun keuangan negara. “Karena itu kami minta agar jaksa segera audit uang tersebut,” pinta dia.

Baca Juga :   Staf Khusus KSAD: Bupati Malaka Sangat Cerdas

Senada, Ketua tim Sahabat, Jhon Atet mengemukakan, kaitan pemilu kasus nota dinas Camat Raihat telah ditangani Panwas, akan tetapi laporan ke Jaksa terkait pengelolaan uang negara. Berdasarkan temuan dalam nota dinas Camat Raihat, disebutkan ada uang dari BPP untuk kepentingan lain, bukan pembangunan.

“Urusan Camat terlibat dalam politik praktis sudah ditangani panwas, tapi ini soal dugaan penyalagunaan keuangan negara. Karena itu kami kalau bisa Jaksa lidik kasusnya,” tukas Atet.

Sementara pihak Kejaksaan mengemukakan, terkait pengaduan tersebut masih akan dipelajari dan tidak bisa langsung simpulkan kasusnya. Nanti kasus tersebut masih dilaporkan ke pimpinan, setelah itu baru masuk tahapan berikutnya.

Kepala BPP Kabupaten Belu, Johanes Andes Prihatin saat dikonfirmasi menuturkan, dirinya sudah memberikann klarifikasi kepada tim internal yang terdiri dari Inspektorat, Kesbangpol dan Badan Kepegawaian bahwa, dirinya sama sekali tidak mengetahui soal uang dimaksud.

“Sehingga untuk kejelasannya silahkan tanya saja ke Camat dan Kades, uang apa itu. Saya tidak pernah memberikan uang apapun kepada Kades Tohe Leten sebagaimana dimaksud dalam nota dinas tersebut,” jelas Andes. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top