HUKUM & KRIMINAL

Usut Kematian Dua Warga Timor Leste, Polisi Periksa Lima Saksi

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kapolres Belu, AKBP Raja Sinambela mengatakan, penyidik Polres Belu sudah memeriksa lima orang saksi, terkait kematian dua warga Timor Leste itu. Pemeriksaan kelima saksi itu guna mengusut dugaan kelalaian atas tewasnya dua orang warga negara Timor Leste ruang Detensi Imigrasi, Jumat pekan lalu.

Kapolres Belu, AKBP Raja Sinambela

Kapolres Belu, AKBP Raja Sinambela

“Kita sudah periksa lima orang saksi. Mereka masing-masing, Romaldo Sarmento orang tua Marta Mendoza, dan empat orang petugas Imigrasi Atambua yang saat itu piket mengantarkan makanan sebelum keduanya ditemukan tewas,” ucap Raja saat dihubungi, Selasa (8/9/2015).

Menurut Raja, pihaknya akan meminta SOP yang diterapkan Imigrasi Atambua. Hal tersebut dimaksudkan untuk membuktikan soal adanya unsur kelalaian dalam kematian dua warga RDTL, Marta Mendoza dan Julio Roberts Correia.

Raja menuturkan, terkait hasil otopsi kedua korban untuk sementara ini memang belum keluar. Namun berdasarkan kesimpulan sementara dari keterangan yang diperoleh tim forensik Polda NTT, kematian korban Julio akibat bunuh diri dan Martha Mendoza diduga dibunuh.

“Pada jasad korban laki-lakinya air mani keluar, lidah korban menjulur tapi tergigit. Sementara itu pada kaki korban mengalami luka akibat merontak,” ujar dia.

Lanjut dia, untuk hasil fohrensik terhadap kedua korban satu minggu kedepan sudah bisa didapat pihak Polres Belu. “Tapi itu hanya konsumsi penyidik Kepolisian dan kami hanya bisa berikan gambarannya,” pungkas Raja. (yan)

Baca Juga :   Dinas PU Malak Bersihkan Kolam Tubaki Pasca Pohon Tumbang
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top