EKONOMI

Gerakan Cinta Rupiah Harus Dimulai dari Daerah Perbatasan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kurang lebih 5.000 warga Kabupaten Belu, Timor Barat, Perbatasan RI-RDTL memadati lapangan umum, Jumat sore (16/10/2015), guna meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-99, Kota Atambua.

Naek Tigor Sinaga

Naek Tigor Sinaga

Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia NTT, Naek Tigor Sinaga mengatakan, cinta rupiah salah satu simbol negara Indonesia, dimana digunakan warga sebagai alat transaksi.
Khusus yang tinggal di daerah Belu harus mencintai rupiah dan bangga memakai mata uang rupiah.

“Gerakan cinta rupiah bisa dimulai daerah terluar atau daerah perbatasan yang perlu ditingkatkan sebagai wujud kecintaan terhadap negara kesatuan republik Indonesia. Sebagai warga Indonesia kita wajib gunakan rupaih di NKRI juga bagaimana kita harus mengenal ciri-ciri uang atau nilai tukar rupiah yang harus ditanam sejak dini bagi generasi bangsa masa depan,” ucap dia.

Dikatakan, sosialisasi ini akan dibalut dengan kesenian tradisonal khas Kabupaten Belu yaitu Tari Tebe. Tari ini merupakan tanda pergaulan yang akrab di antara warga dan juga sebagai suatu luapan kegembiraan atas keberhasilan atau kemenangan. Pada acara gerakan cinta rupiah ini, Tari Tebe secara massal akan dilakukan sebagai bentuk kebanggaan terhadap Rupiah dan kegembiraan perayaan HUT Kota Atambua. Kemudian, sebagai upaya memberikan kesan dan memberi nilai yang kuat dan bertahan lama akan dilakukan juga pemecahan Rekor Muri pagelaran tari tebe oleh penari terbanyak.

Baca Juga :   SBS-WT Unggul 419 Suara dari Paslon SN-KT

“Sesuai data kinerja perbankan di Kabupaten Belu secara umum cukup menggembirakan. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sampai dengan bulan Agustus 2015, tercatat sebesar Rp 1,12 triliun dengan angka pertumbuhan mencapai 46,7% (yoy) lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan di NTT yang tercatat hanya sebesar 17,1% (yoy) dan nasional sebesar 10,49%,” urai Sinaga.

Direktur Departemen Pengelola Uang Indonesia Luctor E. Tapiheru menyampaikan gerakan cinta rupiah ini salah satu Indonesia. Nilai rupiah adalah alat yang mempersatukan kita warga indonesia, karena itu kita harus mencintai rupiah.

“Dollar menguat karena minimnya kita melakukan transaski gunakan rupiah sehingga menyebabkan rupiah lemah,” ujar dia.

Dia meminta, masyarakat Indonesia dimanapun bisa menggunakan rupiah sebagai alat transaksi jangan sampai merusak salah satu simbiol. Khusus di batas Belu simbol kedaulatan negara harus kita kedepankan dan wajib gunakan rupiah. “Harapan dari BI bisa mewujudkan cinta rupiah itu, kalau kita cinta kita jaga dan rawat dengan baik dan juga kita harus tahu dan lihat ciri-ciri uang jangan sampai yang kita simpan uang palsu,” pinta Luctor.

Wakapolda NTT, Kombes Pol Sumartono meminta agar masyarakat Kabupaten Belu untuk selalu menjaga situasi kamtibmas yang selama ini sangat harmonis. Dengan kegiatan cinta rupiah di batas dan HUT Kota Atambua, pihaknya sangat mengapresiasi kepada pihak BI dan Pemkab belu yang menggelar berbagai kegiatan positif.

Baca Juga :   Mulai Senin Besok, Umat Islam Masuki Bulan Ramadhan

Wakil Gubernur NTT Benny Litelnoni mengatakan anak-anak usia dini harus rajin belajar tidak boleh menghamburkan-hamburkan uang, karena masih kecil dan masih bergantung pada orang tua. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top