POLITIK

Keputusan Referendum Calon Tunggal Turunkan Kualitas Demokrasi

JAKARTA, Kilastimor.com-Keputusan MK melakukan referendum bagi pasangan calon tunggal ditanggapi negatif oleh politisi senayan. Salah satunya datang dari politisi Partai Nasdem, Johnny Plate, ketika ditemui Timor Express, Rabu kemarin, di gedung Nusantara I, DPR RI.

Johnny Plate mengemukakan, keputusan MK bersifat final dan mengikat. Karenanya, harus dilaksanakan. Namun referendum yang diputuskan sekarang, menjadikan pilkada sangat berdampak negatif pada penurunan kualitas demokrasi Indonesia. “Keputusan ini merusak demokrasi di Indonesia, terutama untuk tiga wilayah yang memiliki calon tunggal, seperti TTU, Tasikmalaya dan Blitar,” ujar anggota DPR RI Dapil NTT 1 itu.

Johnny Plate

Johnny Plate

Keputusan MK papar Korwil Parta Nasdem Bali-Nusra itu, tidak boleh menjadi sarana legilisasi pelanggaran proses pendaftaran dan pelaksanaan pilkada tunggal melalui referendum. “Masakh ada pemilihan bupati/wakil bupati, hanya diikuti satu calon. “Namanya pemilihan tentu calon harus lebih dari satu pasangan calon,” tuturnya

Kedepan sebutnya, keputusan ini akan digunakan incumbent untuk mempertahankan posisi, dimana memainkan berbagai upaya, sehingga hanya terdapat satu pasangan calon.
“Keputusan ini bisa disalahgunakan oleh incumbent pada masa yang akan datang. Bisa saja incumbent membuat calon tunggal demi mempertahankan posisi. Ini akan merusak demokrasi di Indonesia, khususnya di Pilkada,” tandasnya.

Keputusan MK ini paparnya, akan dilihat lebih lanjut pada masa mendatang. Lebih dari itu, bisa saja keputusan ini tidak bisa dijalankan, karena keputusan itu tidak berlaku surut. “Penetapan kan sudah selesai sejak September lalu. Jadi keputusan MK tidak bisa berlaku surut,” tukasnya. (fed)

Baca Juga :   Senin, Pejabat Eselon III Dimutasi. 8 Camat Ikut Digeser
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top