HUKUM & KRIMINAL

Lelang Bermasalah, Rekanan Adu Mulut dengan Kabag Pembangunan Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Direktur CV. Sumber Cipta, Theodorus Manek selaku rekanan terlibat adu mulut dengan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Belu, Anselmus Lopez di ruang kantor Unit Layanan Pengaduan (ULP), Jumat (16/15/2015).

Tampak Theodorus Manek sedang melakukan klarifikasi lelang di ULP.

Tampak Theodorus Manek sedang melakukan klarifikasi lelang di ULP.

Insiden adu mulut bermula ketika Theo Manek bersama putrinya mendatangi ruang kerja kantor ULP guna memenuhi panggilan Pokja Jasa Konstruksi ULP Atambua, untuk mengikuti proses klarifikasi atau evaluasi ulang pelelangan proyek senilai Rp 1,1 miliar itu.

Theo Manek ketika itu, hendak meminta klarifikasi tentang penetapan pemenang lelang paket embung, yang dilakukan tanpa pihak panitia tanpa melalui tahapan evaluasi dengan salah satu panitia Pokja.
Namun tiba-tiba, keluar Kabag Anselmus Lopez dari ruang kerjanya.

Melihat rekanan yang berbicara dengan nada tinggi, spontan Ansel mengebrak meja kerja staf dan meminta rekanan tersebut, agar tidak boleh ribut dalam ruang kantor.

Theo Manek yang tidak terima teguran, Ansel Lopez langsung menjawab, kalau nada bicaranya memang keras dan itu adalah watak sudah menjadi kebiasaan. Tapi selama perbincangan saya tidak pernah tidak memaki atau memarahi siapapun.

“Kecuali saya maki orang itu saya salah. Saya datang baik-baik dan nada saya seperti itu keras suara saya. Saya tidak maki atau berkelahi. Saya hanya hadir menghargai undangan untuk sampaikan pendapat saya,” ucap dia.

Baca Juga :   Rince Molin Pemilik Cincin jadi Tersangka? Ini Penjelasan Kapolres Belu

Tak berselang lama, terlihat Ansel Lopez kembali masuk ke dalam ruang kerjanya, sambil memegang hp. Kemudian datang anggota Satpol PP untuk datang mengamankan dan menetralkan kondisi dalam ruangan.

Rekan kontraktor terus meminta agar pihak Pokja menjelaskan mekanisme terkait penetapan pemenang lelang tanpa melalui evaluasi dan klarifikasi, sementara pemenang lelang telah diumumkan.

Situasi kembali berangsur normal setelah rekan kontraktor mendengar penjelasan dari panitia Pokja ULP dan dia meminta agar dijelaskan soal penetapan pemenang lelang yang tidak melalui tahapan evaluasi. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top