RAGAM

Lelang Proyek Embung Desa Makir Bermasalah. ULP Pemkab Belu Terancam Dipolisikan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Proses pelelangan proyek pembangunan embung di Desa Makir Kecamatan Lamaknen yang diselenggarakan Pokja Jasa Konstruksi Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Belu bermasalah.
Direktur CV. Sumber Cipta, Theodorus Manek menyampaikan hal tersebut kepada media, Kamis (15/10/2015).

Logo ULP

Logo ULP

Menurut Theo, proyek dengan pagu anggaran senilai Rp 1,179 miliar itu dinilai bermasalah, karena tanpa proses evaluasi, namun telah dilakukan penetapan pemenang lelang pada Jumat, (9/10) lalu.

Atas pelelangan yang dilakukan tanpa melalui proses itu, pihaknya dari CV. Sumber Cipta selaku pemenang cadangan, mengirimkan sanggahan ke Pokja Jasa Konstruksi ULP Pemda Belu pada Sabtu (10/10) lalu.

Adapun alasan sanggahan tersebut, karena penetapan pemenang pelelangan pembangunan embung Desa Makir tidak sesuai dengan ketentuan dokumen lelang dan Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan Barang dan Jasa pemerintah dan perubahan-perubahannya.

“Kami CV Sumber Cipta tidak dilakukan pembuktian dan klarifikasi antara pihak kami dengan panitia namun ditetapkan sebagai pemenang kedua (kami telah mencoba menghadap ke kantor ULP pada 9 Oktober saat jam kerja, tetapi kami tidak bertemu dengan Pokla ULP Pertanian Embung Desa Makir, dan sesuai ketentuan dokumen lelang poin 29 tentang pembuktian kualifikasi, terhadap poin ini Pokja tidak melaksanakan pembuktian terhadap pemenang kedua,” terangnya.

Lanjut Theo dengan alasan diatas, maka CV. Sumber Cipta yang ditetapkan selaku pemenang cadangan kedua, dengan tegas menolak pengumuman penetapan pemenang pekerjaan Embung Desa Makir dan diminta kepada ULP untuk membatalkan pengumuman pemenang serta dilakukan proses pelelangan ulang.

Baca Juga :   DPRD Belu Dukung Polisi Usut Tuntas Kasus Bantuan Sapi Raifatus

“Masakh tetapkan pemenang lelang tanpa klarifikasi. Sekarang baru mau klarifikasi lagi. Terus bagaimana dengan penetapan pemenang pelelangannya. Tahapan evaluasinyakan sudah lewat. Saya akan laporkan ke Polisi karena saya merasa dirugikan juga akan adukan ke KPPU,” kata dia.

Sementara itu, Kabag Administrasi Pembangunan Pemda Belu, Anselmus Lopez mengatakan kaitan sanggahan itu harus klarifikasi dengan Pokja Jasa Konstruksi ULP Pemda Belu termasuk teknis pelelangan karena dirinya hanya membuat perintah.

Untuk tahapan seleksi jelas Lopez, dilakukan seleksi harga penawaran mulai dari yang terendah. Kemudian masuk ke seleksi administrasi atau seleksi aritmatika sehingga dipastikan ada rekenan yang gugur dan akan disinkronkan dengan time schedule.

“Karena ada yang gugur maka ditetapkan pemenang pelelangan satu dan dua, dan tahapan klarifikasi sudah dilakukan sesuai jam kerja kantor pukul 11.00 Wita Jumat (9/10),” ujar dia.

“Saat dilakukan pembuktian dan klarifikasi pihak CV. Sumber Cipta tidak hadir. Maka itu dianggap mengundurkan diri,” sambung Lopez.

Tambah Lopez, kaitan dengan proses lelang ulang paket pembangunan embung Desa Makir sudah tidak bisa dilakukan lagi, karena semua dikerjakan sesuai aplikasi. Seluruh tahapan pelelangan paket pembangunan Embung Desa Makir sudah dilakukan sesuai dengan Perpres Nomor 4 Tahun 2015 tentang perubahan ke empat atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. (yan)

Baca Juga :   Ditahbiskan Kardinal, Uskup Ruteng Usung Moto Omnia In Caritate
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top