RAGAM

Panggung Lomba Tarian pada Acara Belu Expo Nyaris Rubuh

ATAMBUA, Kilastimor.com-Panggung yang disediakan panitia untuk perlombaan tarian dan tebe dalam kegiatan Belu Expo nyaris rubuh, saat kegiatan perlombaan berlangsung.

Penjabat Bupati Belu, Wilhelmus Foni buka Belu Expo.

Penjabat Bupati Belu, Wilhelmus Foni buka Belu Expo.

Pantauan media ini, Senin malam (12/10) sekira pukul 20.00 Wita, di Lapangan Umum Atambua, panggung lomba yang menggunakan kayu nyaris rubuh saat sedang dilakukan pementasan.

Nampak panitia memegang panggung tersebut saat peserta sedang menampilkan tarian budaya. Akibat kejadian itu, panitia mengarahkan para peserta lomba untuk menampilkan atraksi tarian di bawah panggung.

Sementara itu menurut pihak panitia kegiatan, panggungnya tidak bisa digunakan lantaran ada skruf kayu yang terpelas, sehingga mengakibatkan panggungnya goyang. “Besok kita akan perbaiki kembali panggunganya,” ujar panitia.

Kegiatan Expo Belu tahun 2015 di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL dibuka oleh Penjabat Belu, Wilhelmus Foni. Turut hadir Sekda Belu, Petrus Bere, Pimpinan Forkompinda Belu, Pimpinana SKPD dan para Camat.

Foni mengatakan, rangkain kegiatan Expo Belu yang digelar malam ini untuk menyambut HUT kota Atambua yang jatuh pada tanggal 16 Oktober mendatang. Kegiatan malam ini dipadukan dengan festival Timoresia, gerakan cinta rupiah dan tebe untuk rekor muri dengan peserta 3000 orang.

Kadis Pariwisata Belu Dominikus Mali dalam laporan panitia mengemukakan, rangkaian kegiatan malam ini guna menyongsong HUT kota Atambua ke 99 pada tanggal 16 Oktober mendatang.

Baca Juga :   Panwaslu TTU Tertibkan Alat Peraga Kampanye. Usboko: Didominasi Baliho Victori-Joss

Dikatakan, ada kemajuan usaha ekonomi kreatif masyarakat Belu. Maksud dan tujuan kegiatan ini yakni promosi dan pasarkan hasil ekonomi kreatif itu.

Peserta kegiatan Belu Expo diikuti seluruh kelompok kreatif dari seluruh kecamatan. Ada lomba kuliner antar kelompok kuliner, peserta timoresia akan diikuti kelompok-kelompok seniman dari Indonesia maupun Timor Leste dan kegiatan gerakan cinta rupiah dan tebe sebanyak 3.000 peserta. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top