EKONOMI

Pemkot Kupang Tidak Berniat Bubarkan PT. Sasando

KUPANG, Kilastimor.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tidak berniat untuk membubarkan PT. Sasando, karena sesuai rencana, Pemkot akan mengelar Papat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB).
“Sudah satu bulan ini auditor independen sementara melakukan audit atas sejumlah perusahaan daerah termasuk PT. Sasando. namun hasilnya belum diserahkan kepada pemerintah. Setelah hasil diserahkan, kami akan lakukan RUPS-LB PT. Sasando,” kata Walikota Kupang, Jonas Salean, kepada wartawan di kantor DPRD, Senin (5/10/2015).

Jonas Salean

Jonas Salean

Ia berharap, PT. Sasando tak dibubarkan dan harus tetap dipertahankan, karena saat ini ada satu unit usaha yakni periklanan dan reklame yang masih berjalan. Ada sejumlah titik papan reklame yang disewakan dan usaha itu mampu berjalan bagus untuk membayar biaya operasional perusahaan, termasuk membayar utang PT. Sasando di BPR TLM.

Karena itu, ia tetap berharap agar PT. Sasando tetap dipertahankan, sambil menunggu hasil audit dituntaskan. Setelah auditor independen selesai melakukan audit, rekomendasi itu yang akan dilaksanakan. Sehingga, akan dilakukan perombakan total manajemen di PT. Sasando.

“Saya minta agar PT Sasando jangan dibubarkan. Sekarang ini dengan sembilan karyawan merekamampu bayar karyawan dan bayar utang. Mereka sembilan orang dan bisa berjalan dengan bai. Tapi nanti setelah audit kita RUPS dan ganti semua untuk selamatkan PT. Sasando,” tandasnya.

Sebelumnya, Fraksi Demokrat DPRD Kota Kupang dalam pendapat akhir fraksinya yang dibacakan Jenly Ndaumanu dalam rapat paripurna DPRD Kota Kupang di ruang sidang utama Dewan Kota, Kamis (1/10) lalu, meminta Pemerintah Kota Kupang untuk mengevaluasi secara komprehensif dan serius terhadap PT. Sasando, dan selanjutnya menyatakan sikap untuk menutup perusahaan daerah dimaksud. Karena, Perusahaan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tersebut dinilai akan menjadi preseden buruk bagi perusahaan daerah lainnya.

Baca Juga :   Festival Wonderful Indonesia di Malaka Ditutup

Ketua Fraksi Demokrat, Herry Kadja Dahi usai sidang mengatakan, Fraksi Demokrat memang menghendaki agar Pemkot menutup perusahaan tersebut agar tidak membebani keuangan daerah. Apalagi, dalam sebuah perseroan terbatas (PT) hanya menanungi satu unit usaha yang sebenarnya dapat dilaksanakan oleh industri rumahan.
Karena itu, setelah dilakjukan audit oleh auditor independen, maka Pemkot harus mengambil sikap tegas menutup perusahaan itu. (rif)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top