HUKUM & KRIMINAL

Penetapan Tersangka Kasus SMKN Kobalima, Tunggu PKN dari BPKP

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dugaan kasus korupsi dana pengembangan SMK unggul pada SMKN Raihenek, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka akan diaudit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTT.
Hal itu disampaikan Kapolres Belu, AKBP Dewa Putra Gede Artha saat dikonfirmasi, terkait telah dikantongi calon tersangka kasus tersebut beberapa waktu lalu.

 AKBP Dewa Putra Gede Artha

AKBP Dewa Putra Gede Artha

Kepolisian setempat telah mengeluarkan surat secara resmi dan telah dikirim ke pihak BPKP NTT untuk melakukan perhitungan kerugian negara (PKN) atas kasus dugaan korupsi pada SMKN Kobalima di Raihanek, Kabupaten Malaka.
“Kita sudah bersurat resmi. Mereka sudah menjawab dan sudah menugaskan beberapa personil untuk lakukan audit,” ucap dia kepada media ini, Senin (26/1) kemarin.

Menurut Artha, saat ini surat tugasnya telah ada dan dalam waktu dekat BPKP akan segera melakukan perhitungan kerugian negara terkait kasus SMKN Kobalima. “Kita masih melihat hasil pemeriksaan dari BPKP seperti apa,” sebut dia.

Setelah menerima hasil pemeriksaan dari BPKP, berapa kerugian yang ditimbulkan baru akan dilakukan gelar perkara. Nantinya siapa-siapa yang terlibat akan dihitung sesuai hasil akurat dari BPKP.

Untuk diketahui, penyidik kepolisian telah mengantongi satu calon tersangka dugaan kasus korupsi dana pengembangan SMK unggul pada SMKN Raihenek, Kecamatan Kobalima.

Dana pengembangan SMK unggul pada SMKN Raihenek, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, tahun 2014, dengan pagu anggarannya senilai Rp 4,9 miliar. Kasus dugaan korupsi itu melibatkan seorang anggota DPRD Malaka, BM, selaku mantan Kepala Sekolah SMKN itu, yang telah diperiksa sebagai saksi sebelumnya. Sebanyak enam saksi lain, juga telah dimintai keterangan oleh tim penyidik Polres Belu. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top