HUKUM & KRIMINAL

Rohaniwan dan Masyarakat Minta PT. SMR Angkat Kaki dari Desa Supul

SOE, Kilastimor.com-Pater Yohanis Kristo Rata,OFM dan Pendeta Yusuf Manu pada Senin (19/10) memimpin langsung warga Desa Supul Kecamatan Kuatnana, guna menemui anggota DPRD TTS. Kedua rohaniwan Katolik dan Protestan itu yang merupakan aktivis lingkungan hidup ini, memimpin warga Supul yang berjumlah 40 puluhan orang tersebut menuju ke kantor DPRD TTS dengan menggunakan sebuah truk dan satu unit pikap.

Rohaniwan dan masyarakat Desa Supul demo di DPRD TTS

Rohaniwan dan masyarakat Desa Supul demo di DPRD TTS

Dalam aksi damai itu, mereka membawa spanduk yang bertuliskan “PT. SMR Langgar HAM, PT.SMR Hentikan Kriminallisasi Pemilik Lahan, PT.SMR Segera Bayar Ijin Hutan. PT. SMR Jangan Intimidasi Warga massa terlebih dahulu mendatangi kantor Dinas ESDM TTS. Sayangnya, mereka hanya bisa berorasi didepan kantor dinas ESDM kemudian menuju ke kantor DPRD TTS.

Dalam orasinya Pater Kristo mengutuk keras tindakan PT. SMR yang secara paksa mengelola lahan milik warga Supul untuk dijadikan lahan tambang mangan.
“Penyerobotan lahan yang dilakukan oleh PT.SMR merupakan tindakan tidak terpuji dan jelas-jelas melanggar aturan, dimana belum ada kesepakatan antar perusahan dan pemilik lahan, namun PT. SMR sudah menggarap secara paksa lahan milik warga,” seru Pater Kristo yang diamini dengan teriakan para pendemo.

Pater Kristo lebih lanjut menyampaikan warga akan terus melakukan perlawanan kepada PT.SMR sampai titik darah penghabisan jika pemerintah dan DPRD TTS tidak mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan persoalan yang ada di lokasi tambang.

Pater Kristo Rata yang berasal dari lembaga JPIC OFM Timor ini meminta agar pemerintah jangan diam. Pemerintah harus lakukan pengawasan secara baik karena selama ini hak-hak warga pemilik lahan telah diambil oleh PT. SMR.

Sementara itu, Pendeta Yusuf Manu dalam orasinya dihalaman kantor DPRD TTS menyampaikan bahwa lahan-lahan warga desa Supul telah diambil secara paksa oleh perusahaan, mata air-mata air di desa Supul sudah mulai kering, sehingga perlakuan PT.SMR tersebut tidak bisa dibiarkan. Gereja tidak akan tinggal diam.
Gereja akan menyuarakan dan menentang keras perlakuan-perlakuan tersebut.
“Hak-hak warga telah dirampas dan masyarakat kita dimiskinkan oleh perusahaan yang hanya mengejar keuntungan. maka gereja perlu untuk turun ke jalan untuk turut memperjuangkan hak-hak rakyat yang diambil secara paksa,” tegas Pendeta Yusuf.

Kedua pemimpin umat ini berorasi secara bergantian sekitar 15 menit di halaman kantor DPRD TTS yang kemudian diberi ruang untuk bertemu dan berdialog dengan anggota DPRD TTS dari Komisi III, dipandu oleh Wakil Ketua Komisi III, Roy Babys.

Dalam pernyataan sikap masyarakat Supul dan aktivis lingkungan hidup 1. Mendesak Pemkab TTS untuk segera memanggil PT.SMR dalam rangka meminta pertanggungjawaban perusahan atas berbagai hal terutama penyerobotan laha milik warga Supul. 2. Mendesak Pemkab Agar menghentikan Surat Keterangan Asal Barang untuk pengangkutan mangan keluar dari TTS. 3. Mendesak DPRD TTS untuk segera membentuk Pansus terkait masalah PT.SMR. 4. Mendesak Gubernur NTT agar segera mencabut IUP PT.SMR. 5. Mendesak PT.SMR agar memberikan ganti rugi kerusakan lahan kepada pemilik lahan sekaligus mengultimatum PT.SMR agar sekarang juga segera menghentikan aktivitas pertambangan dan keluar dari lahan milik warga yang menolak lahannya dieksploitasi dan 6. PT.SMR segera angkat kaki dari Timor Tengah Selatan karena kehadiran PT. SMR tidak pernah membawa keuntungan,tetapi kerugian bagi masyarakat setempat.
Terhadap pernyataan sikap tersebut Wakil Ketua Komisi III menyampaikan akan disampaikan kepada pimpinan DPRD untuk diambil langka-langka secara lembaga DPRD TTS.
“Kita akan sampaikan dan teruskan aspirasi ini kepada pimpinan DPRD untuk diambil langka-langka dan keputusan secara lembaga DPRD, karena bagaimanapun juga kami tidak bisa mengambil keputusan sendiri mengatasnamakan lembaga DPRD. Karena itu, aspirasi ini akan kita perjuangkan di DPRD,” janji Roy Babys.

Sementara Religius Usfunan,SH dihadap demonstran di ruang aspirasi DPRD TTS berjanji akan memperjuangkan aspirasi warga Sup tersebut melalui Fraksi PKB.
“Saya sebagai ketua Fraksi PKB akan memperjuangkan aspirasi bapa ibu di lembaga DPRD. Saya sangat setuju jika PT. SMR segera menghentikan aktivitas tambang di Supul karena dari hasil pengamatan kita tidak ada dampak positif bagi masyarakat pemilik lahan disana.
Dan akhirnya massa demontrans terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, pemilik lahan desa Supul tersebut dengan tertib meninggalkan ruang aspirasi DPRD TTS. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top