RAGAM

Save the Children Rakor Bersama Stakeholder Kunci Pendidikan. Mau Meta: Perlu Benahi Bidang Keaksaraan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Lembaga Swadaya Masyarakat atau Non Goverment Organization (NGO) Save the Children menggelar rapat koordinasi bersama stakeholder kunci bidang pendidikan Kabupaten Belu, di Hotel Nusantara 2, Jumat (9/10/2015).

Meeting Save the Children di Atambua.

Meeting Save the Children di Atambua.

Asisten II Setda Belu, Marsel Mau Meta dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut mengemukakan, kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Kabupaten Belu masih belum baik.
Terkait dengan pendidikan, khusus pada bidang keaksaraan masih harus dilakukan pembenahan dan pertemuan rapat koordinasi ini untuk mengetahui hal-hal apa saja, yang masih harus dan perlu dibenahi.

Anggota DPRD Belu, Agustino Pinto mengatakan, pada prinsipnya lembaga DPRD Belu mendukung penuh pelaksanaan kegiatan program belajar yang dilakukan Save the Children, terkait pendidikan bagi pelajar SD di wilayah perbatasan Belu.

Sebelumnya, Eastern NTT Manager, Harun Anggo dalam sambutan awalnya menyampaikan, Save the Children telah melaksanakan proyek better literacy jump for academic results (BELAJAR) Project, yang bertujuan guna meningkatkan pencapaian keaksaraan pada siswa kelas awal (kelas 1-3) sekolah dasar di Kabupaten Belu.

Proyek BELAJAR menggunakan metode yang inovatif yang telah terbukti hasilnya, dalam percepatan keaksaraan pada 83 sekolah, dan 9.400 siswa akan belajar membaca secara mandiri baik di dalam maupun di luar kelas.

Dikatakan, BELAJAR merupakan proyek tiga tahun yang didanai oleh Pemerintah Selandia Baru, yang mana saat ini telah memasuki tahun ke tiga, dan proyek ini menggunakan lima keterampilan membaca seperti kesadaran fonem, pengetahuan huruf, kelancaran membaca, kosa kata dan pemahaman membaca yang mana kelima metode ini telah melalui proses penelitian sebagai ketrampilan yang sangat fundamental dalam pencapaian keaksaraan.

Baca Juga :   Hujan Lebat, Banjir Landa Sejumlah Desa di Malaka

Guna melihat pencapaian pelaksanaan proyek tersebut telah dilaksanakan katanya, pihaknya memonitoring project dengan melibatkan instansi yang berwenang terhadap pengendalian kualitas pendidikan yakni, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan, Dinas PPO Propinsi NTT dan Dinas PPO Kabupaten Belu.
Kegiatan Monev bersama telah dilakukan selama 5 hari sejak tanggal 1 sampai 5 September 2015 lalu, yang didipimpin langsung oleh LPMP. Agar hasil Monev tersebut diketahui oleh stakeholder kunci dan masyarakat maka perlu disosialisasikan dalam sebuah forum untuk mendapatkan masukan dari stakeholder kunci maupun masyarakat yang hadir dalam pertemuan itu.

“Tujuan umum pertemuan hari ini untuk mensosialisasikan hasil dari monitoring dan evaluasi bersama yang sudah dilakukan kepada seluruh stakeholder kunci di Belu,” ujar dia.

Tambah Harun, adapun tujuan khususnya untuk memberikan informasi tentang hasil Monev bersama yang telah dilakukan, guna menyamakan persepsi tentang bagaimana menyempurnakan metode pembelajaran yang efektif untuk mempercepat pencapaian keaksaraan bagi siswa dan menyediakan rekomendasi bagi pemerintah daerah tentang strategis guna menangani berbagai permasalahan pendidikan di Kabupaten Belu. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top