EKONOMI

Warga Tiga Desa di Belu Dapat Bantuan Rumah

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kepala Badan Intelejen Nasional (BIN) Letjen (Purn), Sutiyoso, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F. Moeloek, dan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengunjungi Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL, Kamis (30/9/2015).

Kunjungan para Menteri dan KaBIN di Kabupaten Belu, Kamis lalu.

Kunjungan para Menteri dan KaBIN di Kabupaten Belu, Kamis lalu.

Rombongan Kepala BIN bersama tiga Menteri tiba di Bandara A.A Bere Tallo dan di sambut Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Dandrem 161 Wira Sakti Kupang Brigjen TNI Heri Wiranto dan Penjabat Bupati Belu Wilhem Foni.

Kepala Dinas PU Kabupaten Belu, Cornelia M. Eda Fahik dalam pemaparannya di Dualaus mengatakan, sesuai data terdapat 260 warga baru yang berdomisili di Desa Dualaus, Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak dan Silawan Kecamatan Tasifeto Timur tidak memiliki tempat tinggal dan lahan. Oleh sebab itu telah direncanakan pembangunan rumah layak huni tipe 45 dengan konstruksi baja ringan.

Adapun nilai per unit rumah lanjut Eda Fahik, senilai Rp195 juta. Sehingga jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan rumah tersebut sebesar Rp 62 miliar termasuk dengan prasarana umum.

Kaitan dengan lahan, Pemerintah Kabupaten Belu telah menyiapkannya. Untuk Desa Fatuketi terdapat sebanyak 50 KK, Desa Dualaus 110 KK dengan luas lahannya 5,7 Hektare, dan Silawan ada 100 KK dengan luas lahan 4 Hektare.

Sementara itu Kepala BIN Letjen (Purn) Sutiyoso menyatakan dirinya hadir bersama rombongan Menteri dengan niat baik untuk mengurus warga yang berdomisili di wilayah kawasan perbatasan.

“Kalian cinta merah putih sehingga saya tidak rela kalau terlantar. Saat kunjungan tahun lalu saya sangat sedih melihat kondisi warga. Karena tidak hanya rumah tapi juga sekolah, puskesmas, tempat ibadah, termasuk alat pertanian, dan alat tangkap perikanan akan diberikan,” tutur dia.

Dikatakan, alangkah baiknya perumahan yang dibangun tipe 60. Sebab warga baru harus hidup pantas dan layak, namun realisasinya warga harus bersabar. “Saya minta inventarisir secara baik warga yang akan dapat bantuan, agar betul-betul layak menerima bantuannya,” ucap Sutiyoso.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, kaitan dengan rencana pembangunan rumah tersebut pihaknya telah menurunkan staf. Hal itu dimaksudkan untuk melakukan survei lokasi. Juga rencananya akan direview lagi masterplan yang telah ada. Sementara terkait dengan pembangunan embung Rotiklot telah dalam proses pelelangan. “Intinya kami siap untuk proses pembangunannya,” ujar Basuki.

Sementara Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek mengungkapkan, untuk lokasi perumahan yang akan dibangun harus ada fasilitas pelayanan kesehatan yang lengkap bagi warga. “Dana untuk pembangunan puskesmas, dan rumah sakit sudah kami alokasikan,” sebut dia.

Dijelaskan, khusus untuk wilayah perbatasan nantinya ditempatkan satu tim Kementerian dari program Nusantara Sehat. Dia juga meminta agar fasilitas kesehatan yang telah dibangun dijaga secara baik. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top