RAGAM

Masyarakat Belu Titip Tujuh Mimpi dalam Kapsul Waktu 2085

ATAMBUA, Kilastimor.com-Masyarakat Kabupaten Belu, menyampaikan tujuh mimpi, yang akan disimpan dalam kapsul waktu 2085. Adapun tujuh impian itu antara lain, pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika adalah harga mati. Kedua, Indonesia yang makin cerdas, damai dan sejahtera, Ketiga, Mendambakan pemimpin yang lahir dari rakyat untuk rakyat untuk mempersatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Keempat, Belu sebagai perbatasan menjadi model pembangunan martabat bangsa yang makin maju dan sejahtera, Kelima, terwujunya free trade zone kawasan Timor Barat. Keenam, terwujudnya jalur lalu lintas yang lancar sepanjang Timor Barat yang menghubungkan Mota’ain hingga Tablolong dan Ketujuh, terwujudnya bandara internasional A.A. Bere Tallo dan pelabuhan laut internasional Atapupu, di kawasan Pasific Selatan.

Sekda Belu, Petrus Bere memperlihatkan tujuh mimpi masyarakat Belu, sebelum dimasukan ke dalam Kapsul Waktu 2085

Sekda Belu, Petrus Bere memperlihatkan tujuh mimpi masyarakat Belu, sebelum dimasukan ke dalam Kapsul Waktu. 2085

Tujuh mimpi masyarakat Belu itu dibacakan Debora Evlin dan Jeremy Nigel Layrade, pelajar SMA Katolik Surya Atambua di Gedung Betelalenok saat ekspedisi kapsul waktu 2085 melintas Kabupaten Belu, Timor Barat, Perbatasan RI-RDTL, Kamis (19/11/2015).

Ketujuh harapan dan mimpi ditandatangani Sekda Belu, Pimpinan Forkompinda, Pimpinan SKPD, panitia ekspedisi kapsul waktu serta masyarakat Belu. Selanjutnya diserahkan Sekda Belu, Petrus Bere kepada menyearhkan kepada Ketua Panitia ekspedisi kapsul waktu 2085, Widi Supit.

Sebelumnya, dalam sambutan Ketua Panitia, Widi Supit mengatakan, perjalanan kapsul waktu sudah dimulai dari Aceh, Pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, NTB dan NTT, yang isinya merupakan mimpi-mimpi masyarakat dari setiap propinsi.

Baca Juga :   Dinas PKPO akan Evaluasi Sumbangan dari Orang Tua Siswa

Dikatakan, program ini berawal dari Presiden Jokowi yang memimpikan Indonesia kedepan seperti apa. Nantinya 70 tahun kedepan kapsul baru akan dibuka di Merauke. Sebagai bangsa, kita ingin mempunyai mimpi yang besar, dari mimpi-mimpi ini diharapkan tidak hanya mimpi belaka, tetapi sesuatu yang harus bisa kita lakukan dan kerjakan.

“Perjalan kapsul waktu 2085 masih akan dilanjutkan ke pulau Sulawesi, Maluku dan akan berakhir di Merauke, Papua,” ujar Supit.

Sekda Belu Petrus Bere mengatakan, ekspedisi ini membawa kapsul 2085 yang isinya mimpi yang bisa mengobati penyakit miskin, ketertinggalan, ketidakadilan dan pemerataan di wilayah Kabupaten Belu. “Mudah-mudahan mimpi ini bisa menjawab program nacawita dan bisa membuat negeri ini tidak ada ada lagi yang miskin,” harap dia.

Ditambahkan, mimpi dalam kapsul ini akan memacu kita untuk berkerja, karena tanpa mimpi kita tidak akan termotivasi kerja dalam membangun Indonesia di 70 tahun yang akan datang. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top