RAGAM

Transmigran Asal Belu Terlantar di Toraja, Sulawesi Selatan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Sekiranya 108 warga asal Kabupaten Belu, Timor Barat, perbatasan RI-RDTL bersama warga asal Tabanan Bali, dan Banyumas Jawa Tengah hidup terlantar di lokasi transmigrasi Kecamatan Awan Rante Karua, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.
Hal itu terungkap saat kunjungan kerja DPRD Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Ke DPRD Belu di bawah pimpinan Ketua DPRD Banyumas, Juli Kristianto, Wakil Ketua DPRD Banyumas Supangkat, anggota Komisi B Anang Agus Kosrat, Sekwan DPRD Banyumas Edi Supariyono, dan staf ahli Bupati Banyumas, Wisnu, Kamis (12/11/2015).

Jajaran DPRD Banyuwangi dan DPRD Belu pose bersama, Kamis kemarin.

Jajaran DPRD Banyumas dan DPRD Belu pose bersama, Kamis kemarin di Atambua.

Menurut Anggota DPRD, Anang Agus Kosrat, pihaknya mengetahui kejadian itu beberapa waktu lalu saat ada warga Banyumas bersama warga Belu yang tiba di Banyumas dan mengisahkan kondisi kehidupan mereka di lokasi transmigran. Dimana kehidupannya tidak sesuai dengan kesepakatan awal saat mengikuti program transmigrasi.

Dikatakan, saat tiba dilokasi transmigrasi ternyata dari total 75 KK warga asal Belu, Bali, dan Banyumas hanya dialokasikan 9 unit rumah dan untuk lahan dijanjikan seluas 2 hektar bagi tiap-tiap kepala keluarga tidak tersedia, sebab lokasi dimaksud merupakan kawasan hutan adat. Sementara untuk lokasi perkebunan milik perusahan Kapal Api.

“Karena tidak ada kepastian soal lahan itu, makanya mereka melarikan diri ke Banyumas. Setelah mereka mengadu DPRD Banyumas lakukan kunjungan ke lokasi transmigrasi, disana kita dapati warga transmigran dalam kondisi yang menyedihkan,” ujar dia.

Ketua DPRD Banyumas Juli Kristianto maksud dari kunjungan DPRD Banyumas guna melakukan koordinasi dengan Pemkab serta DPRD Belu tentang kondisi kehidupan warga Belu di transmigran Kecamatan Awan Rante Karua sehingga bisa dipulangkan.

“Kita sudah koordinasikan dengan Pemda Tabanan untuk pemulangan warganya. Kita harap DPRD Belu bisa sepakat hentikan program transmigrasi apabila kondisi lokasinya tidak disiapkan dengan baik,” ucap Kristianto.
“Sampai saat ini di lokasi trans itu masih ada sekitar 8 kepala keluarga dari total 108 warga transmigrasi asal Belu, Tabanan, dan Banyumas,” sambung dia.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Belu Jeremias Manek mengemukakan, akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Nakretrans Belu. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top