RAGAM

BNI dan BRI Didesak Segera Tuntaskan Pencairan Beasiswa bagi Siswa

JAKARTA, Kilastimor.com-Anggota Komisi X, DPR RI, Jefirston Riwu Kore dan Ferry Kase menyoroti proses pencairan beasiswa BSM/PIP di NTT. Kedua anggota DPR RI itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Sekjen Kemendikbud dan Dirjen, Senin (14/12) kemarin meminta Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk segera menegur Kepala Dinas Pendidikan dan kepala sekolah yang menolak pencairan, juga menolak keterlibatan pihaknya, dalam proses pendataan hingga pencairan beasiswa bagi penerima.

Ferry Kase

Anggota Komisi X DPR RI, Ferry Kase mendesak BRI dan BNI untuk menuntaskan pembayaran Beasiswa, dalam RDP, Senin (14/12) kemarin

Anggota DPR RI, Jefry Riwu Kore pada kesempatan mengatakan, di Kota Kupang, dan sejumlah kabupaten lain, dinas pendidikan menolak adanya pendataan penerima beasiswa, bahkan tidak menandatangani surat keterangan bagi siswa penerima. Padahal, DPR RI merupakan salah satu pemangku kepentingan sesuai dengan DAPODIK.

Kondisi ini, jelas wakil rakyat dari Dapil 2 NTT, menghambat proses pencairan beasiswa, padahal bantuan beasiswa sangat membantu anak didik. Dia berharap, Kemendikbud melalui Dirjen Pendidikan Dasar Menengah segera mendesak daerah-daerah membantu mempercepat pencairan dana PIP.

Jefry Riwu Kore juga meminta BNI, segera mencairkan dana tersebut kepada siswa di Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua serta Sumba Tengah. Pasalnya, didaerah tersebut, belum ada BNI.

Sementara itu, anggota DPR RI asal dapil NTT 2 lainnya, Ferry Kase mengatakan, saat ini proses pencairan beasiswa sedang dijalankan oleh BRI, untuk murid SD, SMP dan SMA di NTT. Diharapkan segera dipercepat, agar semua terealisir dan tidak ada pengembalian anggaran. Sementara hingga saat ini, BNI belum juga mencairkan beasiswa untuk siswa SMK.

Baca Juga :   Minim, Pemkab Malaka Diminta Tambah Tenaga PHP

Menurut informasi, beasiswa untuk siswa SMK di Belu akan dicairkan mulai besok (Hari ini). Besar harapan, segera terealisir. “Kami minta Dirjen untuk melakukan pengecekan lebih lanjut. Jangan hambat pencairan dana BSM/PIP,” tuntasnya.
BNI belum, BRI sudah.

Mendapat sorotan tajam itu, Dirjen Dikdasmen, Hamid Muhamad mengatakan, sebenarnya para Kepala Dinas Pendidikan tidak mempersoalkan adanya pendataan oleh pemangku kepentingan. Justru hal itu membantu tugas pemerintah. “Saya minta para Kadis tidak menolak pendataan oleh pemangku kepentinga,” paparnya.

Semua kepala dinas di Indonesia termasuk NTT paparnya, sudah mengetahui hal itu, karena telah disosialisasikan secara lengkap.
“Kita akan kontak langsung kepala dinas, supaya tidak mempersoalkan pendataan, percepat pencairan beasiswa, karena akhir tahun anggaran semakin dekat. Dalam jukni sudah dijelaskan tugas pemangku kepentingan, bahkan ada formatnya. Kedepan kita akan infokan hingga level kepala sekolah sehingga clear.

Masih menurutnya, hingga 10 Desember, BRI sudah menyalurkan, Rp 7,463 triliun dan tersisa Rp 2 triliun lebih diseluruh Indonesia. Sementara BNI sudah menyalurkan beasiswa sebesar Rp 481,15 miliar dari total Rp 1.353 triliun.

Jajaran Petinggi Bank BNI dan BRI yang hadir dalam RDP tersebut, berjanji akan segera menindaklanjuti desakan Komisi X DPR RI, terkait pencairan beasiswa BSM/PIP. (fed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top