HUKUM & KRIMINAL

Polisikan Kades Tohe, Warga Beri Keterangan Terkait Dugaan Penggelapan Dana Raskin

ATAMBUA, Kilastimor.com-Warga Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Timor Barat, perbatasan RI-RDTL memberikan keterangan kepada tim penyidik Polres Belu, terkait dugaan penggelapan beras miskin (raskin) oleh Kepala Desa Tohe, Emanuel Besin.

Warga Desa Tohe sedang menunggu sambil mengamati pemeriksaan sejumlah saksi, terkait dugaan penggelapan dana raskin desa tersebut.

Warga Desa Tohe sedang menunggu sambil mengamati pemeriksaan sejumlah saksi, terkait dugaan penggelapan dana raskin desa tersebut.

Pedro Franklin Magno salah seorang warga kepada media usai berikan keterangan, Selasa (1/12/2015) kemarin mengatakan, dirinya bersama beberapa warga lain telah memberikan keterangan kepada polisi terkait laporannya beberapa waktu lalu.

“Kami tiga orang udah berikan keterangan dan data seputar dugaan penggelapan raskin oleh Kepala Desa Tohe, Emanuel Besin,” ujar dia.

Dikatakan, dirinya bersama Kepala Dusun Kotafoun A, Daniel Bere dan Kepala Dusun Kotafoun B, Petrus Bere Atok yang telah berikan keterangan dan pemeriksaan masih akan dilakukan lagi. “Data yang sudah kita serahkan ke Polisi yakni data yang telah diberikan ke Polisi, data 1.169 kepala keluarga di kali Rp 25.000 yang dipungut untuk raskin 13 tahun 2014, dan berikutnya Rp 150 ribu dikalikan 1.169 KK untuk raskin tahap 2, 3 dan 4 tahun 2015,” sebut Pedro selaku koordinator.

Untuk diketahui, warga Desa Tohe mengadukan Kepala Desa Tohe Emanuel Besin atas dugaan penggelapan uang raskin tahun 2014 dan 2015 ke DPRD Belu beberapa waktu lalu. Warga meminta Kadesnya menjelaskan uang raskin ke 13 tahun 2014 yang dipungut dari warga Rp 25.000 untuk 1.169 kepala keluarga penerima raskin.

Baca Juga :   Mendekatkan Diri dengan Masyarakat, Bupati dan Wabup Malaka Gelar Open House

Tidak saja itu, warga juga menduga Kadesnya telah menggelapkan uang raskin tahap 2,3 dan 4 tahun 2015 yang dipungut Rp 150 ribu ke KK. Namun karena tidak ada titik temu dalam pertemuan itu, Komisi I DPRD Belu merekomendasikan agar kasusnya dibawa ke ranah hukum.

Sebelumnya Kades Tohe, Emanuel Besin yang dikonfirmasi mengaku siap bertanggungjawab, juga siap berikan keterangan dan bukti-bukti kepada polisi bahwa dirinya tak bersalah ataupun menggelapkan uang raskin warga desanya.

“Jadi beras atau uangnya itu tidak hangus, hanya uang yang dikumpulkan warga terlambat. Berasnya ada dan uang raskinnya sudah masuk di rekening bank dan kuintansi sudah di dolog dan ekonomi,” ungkap Besin. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top