HUKUM & KRIMINAL

Polres Belu Harus Tuntaskan Laporan Warga Tohe

ATAMBUA, Kilastimor.com-Laporan warga Desa Tohe, terkait dugaan penggelapan dana Beras untuk warga Miskin (Raskin) ke-13, oleh Kades Tohe, Emanuel Besin, wajib dituntaskan oleh Polres Belu. Demikian penegasan salah satu pendamping warga Desa Tohe, Yunius Koi Asa, saat dihubungi media ini, Rabu malam tadi.

Yunius Koi Asa

Yunius Koi Asa

Baginya, tidak ada alasan Polres Belu mempetieskan laporan warga Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, NTT, sebab apa yang dilaporkan benar adanya, dan uang yang dikumpul merupakan milik warga desa.

Terlapor Kepala Desa Tohe, Emanuel Besin paparnya, telah merugikan warga masyarakat Desa Tohe. Dan tindak yang bersangkutan patut diduga sebagai upaya penggelapan.

Dikatakan, pihaknya akan mengawal proses hukum ini hingga tuntas. Polres Belu, harus menegakan keadilan, sebab yang menjadi korban adalah masyarakat kecil. “Ini uang masyarakat kecil. Jadi polisi harus tunjukan keadilan dan keberpihakan kepada kebenaran,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada akhir 2014 lalu, masyarakat Desa Tohe mengumpulkan dana raskin senilai Rp 25.000 per kk, dalam rangka menebus jatah raskin ke-13, kepada Kades Tohe, Emanuel Besin. Total dana yang terkumpul sebesar Rp 131 juta. Namun hingga kini, penerima raskin di Desa Tohe sebanyak 1.169 KK, belum juga menerima raskin ke-13, tahun 2014. Karena tindak Kades Tohe yang belum juga memenuhi raskin 13, warga akhirnya melaporkan yang bersangkutan ke Polres Belu. (yan)

Baca Juga :   Desa Barada Berubah Setelah Ditangani OASE
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top