RAGAM

PPK Dinkes Malaka: Kadis Jangan Lempar Tanggungjawab ke Saya

BETUN, Kilastimor.com-Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinkes Malaka sudah bekerja sesuai aturan dan rambu-rambu yang dimandatkan dalam Perpres. Kalau uang pihak ketiga tidak cair itu bukan karena kesalahan PPK, tetapi perlu dipertanyakan kepada KPA Dinkes Malaka. Hal itu disampaikan PPK Dinkes Malaka, Remigius Bria kepada wartawan di Betun,Senin (28/12).

Bakti Husada

Bakti Husada

“Tidak benar kalo PPK di Dinkes bekerja diluar aturan. Kita justru sudah bekerja secara optimal untuk melancarkan semua urusan dan kegiatan belanja modal di Dinkes. Kalau Kadis Kesehatan Malaka, Anton Tae Asa sebagai KPA tidak mau tanda tangan usulan pencairan uang dari pihak ketiga ya silahkan tanyakan saja ke Kadis selaku KPA waktu itu. Setelah penetapan APBD, kadis selaku KPA mengajukan RUP dan selanjutnya kadis menandatangani RPP yang selanjutnya diserahkan ke ULP untuk ditenderkan. Jadi tidak benar kadis sebagai KPA tidak tau apa-apa, karena melalui persetujuannya maka proses di ULP berlangsung,” terangnya.

“Kalau kadis mengatakan bahwa dia tidak tau apa-apa itu pembohongan publik dan mau korbankan saya sebagai PPK. Kita kerja sesuai tahapan dan aturan yang ada. Kadis kemudian tidak mau tanda tangan SPJ itu diluar tupoksi dan tanggung jawab saya. Selama ini saya sudah berusaha bangun komunikasi dengan beliau, tetapi tidak pernah diterima atau digubris semua laporan saya sehingga harus berujung pergantian KPA baru. Secara aturan harusnya KPA tanda tangan usulan pencairan 30 persen saat ada permohonan tetapi hal itu tidak dilakukan kadis sebagai KPA,” paparnya.

Baca Juga :   Orientasi DPRD Malaka untuk Tambah Wawasan

“Sebagai PPK saya juga tidak mau diintervensi diluar aturan main, karena dampaknya bisa berbuntut hukum.Yang jelas selama ini saya sudah bekerja sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku, dan bisa saya pertanggung jawabkan sesuai tupoksi yang saya terima,” tandasnya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top