EKONOMI

Responden Diminta Jujur dalam Sensus Ekonomi 2016

ATAMBUA, Kilastimor.com-Responden diminta jujur dalam menyampaikan data ketika didatangi petugas dari Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan Sensus Ekonomi (SE) 2016.
“Kita baru akan melaksanakan sensus ekonomi 2016 pada bulang Mei tahun 2016 mendatang,” ungkap Kepala BPS Kabupaten Belu, Melkianus A. Bale ketika dihubungi media ini, Jumat (18/12/2015).

Menurut Bale, sementara ini pihak BPS dalam tahap persiapan dan telah melakukan sosialisasi dengan Pemkab Belu kemarin, juga pemasangan baliho sambil menunggu schedule yang lain.
“Untuk perekrutan petugas pendata SE 2016 belum kami lakukan. Kita masih menunggu Standar Operas (SOP) yang pasti,” ujar dia.

Dijelaskan bahwa, BPS Belu masih mempunyai tanggungjawab dengan Kabupaten Malaka, sebab di wilayah Malaka hingga kini belum ada instansi BPS. Untuk jumlah petugas di Belu dan Malaka sudah dialokasikan, namun kuotanya belum pasti.

Sensus ekonomi merupakan pendataan lengkap seluruh kegiatan ekonomi yang ada di wilayah Indonesia. Tujuan SE guna mengumpulkan dan menyajikan data dasar seluruh kegiatan ekonomi sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan, perencanaan, dan evaluasi pembangunan.

Bale menuturkan, sasaran pihak yang jadi responden dalam SE 2016 yakni meliputi restoran, supermarket, hotel, bank, jasa konstruksi, PAM, dan lain-lain; pemerintah meliputi sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan; rumah tangga meliputi usaha online (warnet) dan sektor non formal; dan lembaga non profit meliputi tempat ibadah, ormas, PMI dan YLKI.

Baca Juga :   Marriage Encounter Keuskupan Atambua Donor Darah

Lanjut Bale, dari sensus yang dilakukan akan ada manfaat yang diperoleh pelaku usaha yakni mengetahui posisi dan peluang usaha serta daya saing usaha, pemerintah akan dijadikan landasan perencanaan dan pengambilan kebijakan serta evaluasi kegiatan, peneliti bisa sebagai bahan penelitian ekonomi dan pengamatan bidang ekonomi, dan masyarakat bisa menerima manfat dari kebijakan ekonoi yang diambil pemerintah.

“Apabila didatangi petugas sensus untuk mengambil data, maka responden harus jujur menyampaikan sesuai kondisi. Data yang diambil tidak berkaitan dengan pajak dan tidak dipungut biaya. Datanya dilindungi dengan UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang sifatnya rahasia,” tegas Bale. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top