RAGAM

Sulit Akses Air Bersih, ChildFund Bagi Penjernih Air Kepada Warga Belu dan Malaka

ATAMBUA, Kilastimor.com-Non Government Organization (NGO) ChildFund bekerjasama dengan P&G serta Pemerintah Kabupaten Belu melakukan distribusi bubuk penjernih air ke 8.026 rumah tangga sasaran atau setara dengan 32.000 jiwa.
Program Officer ChildFund Wilayah Timor, Anton Jawa Nara disela-sela pelatihan manajemen distribusi dan cara penggunaan bubuk penjernih air P&G bagi pemerintah desa, kader posyandu, dan Badan Musyawarah Masyarakat (BMM), Selasa (15/12/2015) di Kantor Desa Kabuna mengatakan kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Pemkab Belu yakni LPPA dimana ada bantuan dari Perusahan P&G berupa bubuk penjernih air.
Sosialisasi dan pelatihan yang digelar pada 9 desa yakni Kabuna, Silawan wilayah Kabupaten Belu dan Desa Wehali, Umakatahan, Kamanasa, Lakekun Utara, dan Lakekun, wilayah Kabupaten Malaka, NTT.

Tampak tim Childfun sedang mensosialisasikan penggunaan zat penjernih air.

Tampak tim Childfun sedang mensosialisasikan penggunaan zat penjernih air.

Pelatihan yang digelar jelas Nara merupakan rentetan dari kegiatan sebelumnya yang telah digelar dalam rangka penguatan kapasitas, agar peserta lebih paham mekanisme distribusi dan penggunaan bubuk pembersih air sebelum mereka mengajarkan kepada warga teknik penggunaannya.

“Kegiatan hari ini kami akan melatih para peserta dari dua desa. Setelah itu para peserta akan melatih warga tentang teknik penggunaan bubuk penjernih air,” ucap dia.

Nara mengatakan, Kabupaten Belu dan Malaka merupakan daerah yang sulit bagi warganya untuk mengakses air bersih. Oleh karena itu bantuan sebanyak 7 juta saset bubuk penjernih air akan didistribusikan selama 3 bulan kepada warga desa.

Tujuan kegiatan ini agar warga desa dapat menikmati manfaat dari bubuk penjernih air dan terhindar dari bakteri serta virus yang biasa terdapat pada air kotor. Bubuk penjernih air ini dapat berfungsi untuk menjernihkan air kotor hanya dengan cara menampung 10 liter air lalu dituangkan bubuk penjernih air kemudian ditunggu selama 30 menit sudah bisa dimanfaat.

“Fungsi dari bubuk penjernih air ini mengikat bakteri dan virus yang biasa terdapat dalam air. Sementara itu air yang berasal dari limbah pabrik dan mengandung logam berat tidak bisa dimurnikan dengan bubuk penjernih air,” terang dia.

Tambah Nara, guna mengontrol penggunaan bubuk penjernih air, maka setiap bulan akan dilakukan pertemuan di masing-masing kepala dusun. Saset bubuk penjernih air yang kosong nantinya akan dengan saset baru yang berisi bubuk penjernih air untuk dimanfaatkan. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top