POLITIK

Tiga Cabup/Cawabup Belu akan Bangun Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat

ATAMBUA, Kilastimor.com-Tiga Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Belu, prioritaskan program pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan Kabupaten Belu, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Timor Leste.
Pembangunan kawasan perbatasan Belu akan transparan dan tanpa diskriminasi. Sebagai beranda terdepan Indonesia, pembangunan wilayah kabupaten perbatasan harus manjadi wawasan kebangsaan yang berdasarkan pada 4 pilar kebanggsaan, Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.

Calon Bupati/Wabup Belu pose bersama usai pelaksanaan debat, Sabtu pagi tadi

Calon Bupati/Wabup Belu pose bersama usai pelaksanaan debat, Sabtu pagi tadi

Perhatian Pemerintah Pusat melalui program nawacita dengan pembangunan di kawasan perbatasan sudah cukup. Kedepannya program tersebut akan dilaksanakan dengan baik. Diharapkan dengan keserasian program yang ada dari pusat dan propinsi, akselerasi pembangunan di wilayah perbatasan Belu akan lebih baik 5 tahun kedepan.

Tidak saja pembangunan infrastruktur, tiga paslon juga fokus pada program penguatan adat istiadat sebagai perekat persatuan dan kesatuan. Disamping itu, ada program peningkatan ekonomi kreatif masyarakat perbatasan, program pendidikan dan kesehatan serta peningkatan fasilitas fasilitas pelayanan publik.

Paslon juga mendukung program pembagunan dari pusat untuk kawasan perbatasan, karena persoalan wawasan kebangsaan dan akan melibatkan seluruh unsur elemen masyarakat dalam mendukung serta melaksanakan pembangunan di kawasan perbatasan.

Demikian sekelumit materi dalam debat terbuka ketiga paslon Bupati-Wabup Belu masing-masing, Falentinus Pareira-Cyprianus (FansMu), Willybrodus Lay-J.T Ose Luang (Sahabat) dan Ventje J.R Abanit-Bona Bowe, dalam debat III yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Belu, di Gedung Betelalenok, Sabtu (5/12/2015).

Kegiatan debat terakhir dengan tema menyerasikan program kabupaten dari pusat dan memperkokoh nilai dan wawasan kebangsaan dipandu oleh moderator Djidon de Haan. Adapun debat terbuka meliputi segmen penyampaian visi misi paslon, pertanyaan tertutup, debat antar kandidat dan diakhiri segmen closing statemen.

Sebelumnya, Ketua KPU Belu, Marthin Bara Lay dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan debat terbuka antar paslon Bupati-Wakil Bupati Belu 2015 mengatakan, hari ini merupakan kampanye dan debat paslon yang terakhir setelah dilaksanakan dua debat sebelumnya.

“Sebagai penyelenggara kami yakin dan percaya pelaksanan kegiatan terakhir ini dapat berjalan lancar dan tatanan hubungan yang baik tetap terjaga. Moment ini akan terulang lagi pada 5 tahun mendatang,” ujar Marthin.

Turut hadir dalam kegiatan debat terbuka itu, Penjabat Bupati Belu, Wilhelmus Foni, Pimpinan Forkompinda Belu, Panwaslu Belu, tokoh masyarakat, tokoh adat, tim paket serta tim pendukung setiap paket yang berjumlah 50 orang. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top