HUKUM & KRIMINAL

Aniaya Reporter RRI Atambua, Dua Oknum Satpol PP Belu akan Ditangkap

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Kali ini Tinus Boymau, reporter RRI Atambua dianiaya oleh oknum aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Belu pada Selasa (26/01/2016) sekira pukul 18.30 Wita di dekat Kantor Lurah Beirafu.

Tinus Boymau

Tinus Boymau

Ulah aksi oknum anggota Satpol PP Belu yang main hakim sendiri itu, membuat Tinus mengalami sakit serius pada wajah bagian pipi kanan korban luka sobek, setelah terkena bogem menta. Tidak saja itu, bagian dada serta perut korban memar akibat pukulan.

Tinus yang ditemui media di Mapolres Belu, Rabu (27/01/2016) mengisahkan, kejadian pemukulan tersebut bermula saat dirinya kembali dari kantor.
Ketika melintasi dua jalur depan Rumah Sakit Tentara (RST) Atambua, dirinya berpapasan dengan dua unit sepeda motor, dimana salah satu motor dikendarai oleh oknum anggota Satpol PP Belu berseragam lengkap, dan satunya berpakaian preman. Ketika berpapasan dirinya terus memacu laju kendaraan hingga melewati kedua motor itu.

Setelah melewati dua unit sepeda motor tersebut, dirinya merasa dikejar dari belakang dan seketika dirinya disenggol hingga nyaris terjatuh, namun hal itu tidak digubris, justru meneruskan perjalanan menuju kediamannya.

Dirinya kaget, tiba-tiba salah seorang oknum anggota Satpol PP atas nama MB langsung memotong jalur dari bagian kanan sehingga laju kendaraannya terhenti. Seketika oknum Satpol PP, MB bertanya kepada dirinya, kenapa tidak jalan.?? sebanyak tiga kali oknum itu bertanya dan korban pun menjawab, “Saya mau jalan tapi dihadang..!!

Saat mundurkan sepeda motor untuk pergi tinggalkan lokasi, namun oleh oknum Satpol PP, MB kembali ajukan pertanyaan, masih ada masalah? Belum sempat menjawab tiba-tiba dari belakang oknum anggota Satpol PP yang bersama-sama MB, berinisial A, langsung melayangkan pukulan yang mendarat pada bagian dada.

Tidak saja itu, korban kembali mendapat pukulan tinju telak pada wajah bagian pelipis bawah mata, dan satu pukulan lagi yang mengenai pada bagian perut.

Meski hujan pukulan mendarat ditubuhnya, korban tidak melakukan perlawan, dan memilih melarikan diri menuju kediaman Lurah Beirafu, sehingga kedua oknum anggota Satpol PP tidak mengejar. “Setelah di kediaman Lurah Beirafu, saya hubungi keluarga dan teman kerja untuk memberitahukan kejadiannya,” ujar Tinus.

Akibat kejadian penganiayaan oleh kedua oknum Satpol PP itu, kerabat serta rekan kerja langsung melaporkan kasusnya ke Polres Belu sekitar pukul 19.00 Wita. Setelah melapor, dirinya diminta untuk melakukan visum di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVS, Atambua.

Kapolres Belu, AKBP Dewa Putu Gede Artha saat dikonfirmasi awak media mengatakan, kasus penganiayaan yang menimpa reporter RRI Atambua, Tinus Boymau telah dilaporkan dan akan segera diproses lebih lanjut.
“Korban penganiayaan sudah lapor tadi malam dan kita akan proses sesuai aturan yang berlaku,” ucap dia.

Lanjut Artha, pelaku penganiayaan akan ditindak menggunakan pidana umum, karena saat kejadian penganiayaan itu korban sudah diluar tugasnya sebagai wartawan.
“Pelaku penganiayaan yang diduga oknum anggota Satpol PP Belu akan ditangkap dan proses untuk mengungkap kasus penganiayaan terhadap reporter RRI Atambua,” tandas Kapolres. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top